Hukrim

Sempat Hilang Empat Hari, Guru SMPN 2 Rote Barat Akhirnya Ditemukan Selamat

Kapolsek Rote Barat Ipda Marfilson Petrus

Ba’a, teropongselatan.com—Warga Dusun Nembeona, Desa Oenggaut, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao Maximus Bernadus Moa Neot alias Maxi Neot (50), dikabarkan menghilang dari rumahnya, sejak Sabtu (04/09/2021) pagi, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di hutan dekat Danau Oeoi, yang merupakan perbatasan Desa Nemberala dan Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Rabu (08/09/2021) sekitar pukul 15.45 Wita.

Demikian disampaikan Kapolsek Rote Barat Ipda Marfilson Petrus kepada media ini, Rabu (08/09/2021) petang, melalui telepon genggamnya.

Menurut Ipda Marfilson, ikhwal hilangnya Maxi, guru pada SMPN 2 Rote Barat yang telah bertugas di Kecamatan Rote Barat sejak tahun 1998 dan belum menikah itu, dilaporkan di Mapolsek Rote Barat oleh saudaranya Maria Margaretha Bogar (52), warga Desa Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa (07/09/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

Usai mendapat laporan kehilangan tersebut, pihak Polsek Rote Barat mengumpulkan dan mengambil keterangan dari sejumlah pihak, di antaranya keluarga, rekan kerja, serta masyarakat Desa Oenggaut dan sekitarnya.

Menurutnya, sesuai keterangan saksi Domi B Milla bahwa pada hari Sabtu (04/09/2021) pagi, Maxi Neot sempat datang berkunjung ke rumahnya, yang berjarak sekira 75 meter. Hal tersebut menurut saksi, sangat tidak lazim karena selama ini Maxi Neot dikenal sebagai orang yang sangat tertutup dan juga jarang bersosialisasi dengan tetangga maupun rekan kerja.

“Saat berkunjunga ke rumah Saksi Domi Milla, saudara Maxi Neot sempat bercerita bahwa akhir-akhir ini dirinya takut karena merasa sering dibuntuti oleh seseorang,” ujar Ipda Marfilson.

Kemudian, kata Ipda Marfilson, Senin (06/09/2021), sekitar pukul 17.30 Wita kembali Maxi Neot menghubungi saksi Domi Milla menggunakan nomor hand phone 081236696831. Saksi sempat menanyakan bagaimana keadaan Maxi Neot, dan dijawab bahwa saat ini dirinya sementara tersesat di hutan dan tidak tahu jalan pulang setelah itu handphone lalu dimatikan lalu. Saksi Domi Milla kembali menelpon ke nomor tersebut, namun sudah diluar jangkauan (tidak aktif). Kemudian saksi Domi Milla bersama anaknya pergi mengecek ke rumahnya, dan ternyata Maxi tidak ditemukan.

Setelah mengatongi sejumlah keterangan dan petunjuk, kemudian pada Selasa (07/09/2021), mulai dilakukan upaya pencarian oleh jajaran Polsek Rote Barat, pihak Kecamatan Rote Barat, keluarga, rekan kerja, dibantu masyarakat Desa Oenggaut dan sekitarnya. Namun, hingga menjelang magrib belum berhasil ditemukan.

Keesokan harinya, Rabu (08/09/2021) sekitar pukul 11.45 Wita pencarian kembali dilanjutkan dengan melibatkan 3 personel Polsek Rote Barat, 6 personel Basarnas Rote Ndao, 5 personel BPBD Rote Ndao, personel Kecamatan Rote Barat, keluarga, rekan kerja, hamba Tuhan, serta masyarakat sekitar yang diperkirakan berjumlah 100 orang.

“100 orang itu kemudian dibagi dalam beberapa kelompok yang selanjutnya masing-masing kelompok melakukan pencarian di sekitar hutan bagian timur Desa Oenggaut, Desa Nemberala, Desa Sedeoen, dan Desa Bo’a,” terang Ipda Marfilson.

Alhasil, kata Ipda Marfilson, sekitar pukul 15.45 Wita, korban berhasil ditemukan oleh kelompok yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Rote Barat Aipda Antonius K Fahik bersama rekan kerja dan keluarga korban, di hutan dekat Danau Oeoi, perbatasan Desa Nemberala dan Desa Bo’a, dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dievakuasi ke rumahnya.

“Pukul 16.45 Wita korban berhasil dievakuasi ke rumahnya, selanjutnya korban diperiksa oleh petugas Puskesmas Delha dan dari hasil pemeriksaan medis, dinyatakan normal. Kemungkinan besar Maxi hilang karena dipengaruhi roh halus,” tutupnya. (team/TS-02)

Add Comment

Click here to post a comment