Humaniora

9 Napi Lapas Kelas III Ba’a Dapat Asimilasi Covid-19

Kalapas Kelas III Ba'a Daniel Saekoko didampingi Kasubsi Pembinaan Anwar Oli (kiri), memberikan arahan kepada keluarga/penjamin untuk membantu menjaga para Napi agar Program Asimilasi di Rumah berjalan dengan baik. Foto: Dok/TS

Ba’a, teropongselatan.com—Dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, memberikan Program Asimilasi Covid-19 di Rumah bagi 9 orang narapidana (Napi).

Ke-9 Narapidana tersebut dikeluarkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Ba’a Nomor: W22.EN.PK.01.05.04-871, tanggal 04 Agustus 2021, tentang Asimilasi Di Rumah bagi Narapidana. 

Pemberian Asimilasi tersebut dilaksanakan di aula Lapas Ba’a, Rabu (04/08/21), ditandai penyerahan SK kepada para narapidana, sekaligus penyerahan 9 narapidana tersebut kepada pihak keluarga/penjamin untuk melaksanakan Asimilasi di Rumah oleh Kalapas Kelas III Ba’a Daniel Saekoko didampingi Kasubsi Pembinaan Anwar Oli.

Kepada wartawan, Daniel Saekoko menjelaskan, sebelumnya oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lapas Kelas III Ba’a telah disidangkan dan memenuhi syarat substantif dan administratif untuk memperoleh Asimilasi di Rumah. Sehingga, oleh Tim TPP merekomendasikan kepada Kalapas untuk diterbitkan Surat Keputusan Asimilasi di Rumah melalui Aplikasi SDP bagi 9 Narapidana tersebut. 

Kalapas Saekoko berpesan agar para narapidana yang akan melaksanakan Program Asimilasi di Rumah agar tidak mengulangi pelanggaran dan harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Saya berharap setelah di rumah para Napi tidak mengulangi pelanggaran sebelumnya dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 seperti selama berada di lingkungan Lapas,” ujar Saekoko. 

Kepada keluarga/penjamin, Kalapas Saekoko juga berharap agar dapat membantu mengawasi Narapidana selama menjalani Asimilasi di Rumah.

“Saya berharap keluarga dapat menjaga sehingga tidak melakukan pelanggaran karena jika melakukan pelanggaran, maka akan kembali menjalani hukuman di dalam Lapas,” tegas Saekoko.

Saekoko juga menjelaskan, seluruh proses pelaksanaan Asimilasi di Rumah, mulai dari Sidang TPP, pengusulan, penerbitan SK, sampai penyerahan SK Asimilasi di Rumah kepada Narapidana dan keluarga/penjamin, tidak dipungut biaya apapun atau gratis. Hal ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas III Ba’a. (team/TS-02)