Humaniora

Pemkab Rote Ndao Gelar Doa Bersama Mohon Pemulihan atas Covid-19

Doa Bersama yang digelar Pemkab Rote Ndao menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama, dalam rangka meminta perlindungan Tuhan karena dalam penanganan lonjakan kasus Covid-19 di wilayah itu. Doa bersama tersebut dilaksanakan di aula lantai 1 kantor Bupati Rote Ndao, Jumat (09/07/2021). Foto: Dok.TS

Ba’a, teropongselatan.com—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, Jumat (09/07/2021), melaksanakan doa bersama bagi keselamatan masyarakat Rote Ndao dan bangsa Indonesia umumnya, agar kuat menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang saat ini sedang terjadi, serta memohon pemulihan dan kesembuhan bagi para penderita yang terpapar.

Doa bersama yang digelar di aula lantai 1 kantor Bupati itu dihadiri Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Sekda Jonas M Selly, Kepala Kantor Kemenag Rote Ndao, para asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, Koordinator Ketua Majelis Klasis (KMK) GMIT se-Teritory Rote Ndao Pdt Thobias Manafe, Pastor Paroki St Kristoforus Ba’a Rm Andy Meman Pr, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rote Ndao Ahmad Kosso.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dalam sambutannya mengatakan, kegiatan doa bersama yang dilakukan adalah untuk mengajak tokoh lintas agama dan seluruh umat beragama untuk tetap berdoa meminta perlindungan Tuhan karena sumua yang terjadi atas kehendak-Nya dan merupakan ujian iman.

“Mudah-mudahan Tuhan memberikan ujian tidak melebihi kemampuan kita sebagai umat-Nya. Sehingga walau dalam sepekan ini sudah 163 orang yang positif Covid-19, tetapi atas kuasa-Nya boleh berangsur pulih dan tidak memakan korban,” ujarnya.

Bupati Paulina juga berterima kasih kepada tokoh lintas agama yang sudah berkenan hadir dan sudah mendoakan pemerintah dan masyarakat Rote Ndao untuk diberikan hikmat dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

“Terima kasih kepada Pak Pedeta, Romo, dan Ketua MUI yang sudah mendoakan pemerintah dan masyarakat Rote Ndao. Kami juga meminta dukungan dalam rangka menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan, agar kondisi pandemi ini segera berakhir,” kata Bupati Paulina.

Dalam kesempatan itu, Bupati Paulina, kembali mengingatkan agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan sesuai edaran dan instruksi yang sudah dikeluarkan, demi meminimalisir penyebaran Covid-19 yang melonjak saat ini.

Berdoa dan Berkerja

Pastor Paroki St Kristoforus Ba’a Rm Andy Meman Pr mengatakan,
meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao perlu disikapi secara bersama oleh seluruh stakeholders.

Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Pemkab Rote Ndao dalam rangka penanggulangan Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama seluruh komponen masyarakat.

Ia menambahkan, Instruksi Bupati Rote Ndao Nomor 432 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19, telah disampaikan kepada umat Katolik melalui mimbar gereja pada setiap kesempatan ibadah.

Dikatakan Romo Andy, suatu kebijakan kalau dijalani secara baik dan benar dengan keterbukaan, serta disertai doa, maka akan mendapat anugerah dan berkat.

“Berdoa dan bekerja itu penting dalam upaya menekan angka positif Covid-19 yang saat ini sedang meningkat di Rote. Masyarakat dan umat beragama diharapkan mentaati protokol kesehatan dan larangan kegiatan pesta serta kerumunan massa sesuai Instruksi Bupati tersebut karena ini semua itu tentunya untuk kebaikan kita bersama,” imbuhnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rote Ndao Ahmad Kosso mengatakan, sinergisitas dan kolaborasi antara tokoh lintas agama dengan Pemkab Rote Ndao terkait pencegahan penyebaran dan penanggulangan Covid-19 ini sudah berjalan sejak awal pandemi Maret 2020 lalu.

Menurutnya, dengan meningkatnya kasus terkonfirmasi positif yang sudah mencapai 163 orang ini, diharapkan pemuka agama Islam khususnya para imam dan takmir masjid untuk mentaati instruksi dan suart edaran Bupati Rote Ndao yang telah dikeluarkan dan diumumkan melalui masjid.

“Memang kadangkala kita berpikir bahwa ada tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pihak masjid, namun kita harus mempertimbangkan kondisi yang terjadi saat ini. Sehingga diharapkan yang akan kita lakukan nanti bukan semata-mata ego kita, tetapi kita mengedepankan rasa yang lebih nyaman untuk beribadah dengan lebih baik dan nyaman untuk melakukan aktivitas lainnya dengan baik pula,” katanya.

Ahmad Kosso juga berharap kepada umat Islam se-Kabupaten Rote Ndao mari kita tidak usah melihat di luar kita, tetapi mari kita menjaga kesehatan diri kita masing-masing dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah, agar terhindar dari Covid-19.

“Kalau tidak perlu ke mana-mana, lebih baik tinggal di rumah. Selagi kita masih bisa beribadah di rumah, lakukanlah itu di rumah dan teruslah berdoa dan berdoa memohon pada Sang Pencipta Allah SWT mudah-mudahan Rote Ndao secepatnya kembali normal dan kita bisa beraktivitas sesuai harapan kita bersama,” tutupnya.

Ibadah Virtual

Ketua Majelis Klasis GMIT Lobalain Pdt Thobias Manafe yang juga Koordinator GMIT Teritory Rote Ndao mengatakan, sejak pekan lalu telah mengeluarkan surat penegasan untuk tiap-tiap Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GMIT di wilayah Klasis Lobalain dan territoy Rote Ndao untuk kembali memperhatikan SOP GMIT yang mengatur tentang zona merah, kuning, dan hijau Covid-19. Kalu sudah masuk zona merah, maka harus kembali beribadah dari rumah (ibadah virtual).

Dikatakan Pdt Thobias, sesuai informasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao ada dua gereja yang jemaatnya terpapar. Dan dalam pantuan kami baru dua jemaat yang menerapkan ibadah virtual. Sementara yang lainnya akan menerapkan pada Minggu (11/07/2021) dan beberapa minggu ke depan selama perkembangannya makin meningkat.

“Dalam catatan kami, di Lobalain ada 5 gereja yang warga jemaatnya terpapar saat ini, yakni Betania-Ba’a, Syalom-Mokdale, GMIT Menggalama, Efata-Lekioen, dan Lole Tengah. Ini tentunya akan mengikuti SOP GMIT untuk melakukan ibadah virtual. Pada prinsipnya GMIT tetap bermitra dengan pemerintah dalam melakukan upaya penanganan Covid-19,” pungkasnya. (team/TS-02)