Pemerintahan dan Pembangunan

Usulan Pemekaran Desa Akan Ditindaklanjuti Sesuai Mekanisme

Tokoh masyarakat Kecamatan Pantai Baru Fons C Saek menyerahkan proposal pemekaran enam desa di wilayah Kecamatan Pantai Baru kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, disaksikan Sekda Jonas M Selly, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Untuk Harjito, dan Asisten Administrasi Perekonomian Armis Saek, di aula pertemuan lantai 1 kantor Bupati setempat, Sabtu (19/06/2021). Foto: Dok.TS

Ba’a, teropongselatan.com—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) telah menerima 33 proposal pemekaran desa/kelurahan yang merupakan aspirasi masyarakat dari tujuh kecamatan, yakni Rote Barat, Rote Barat Daya, Loaholu, Lobalain, Rote Tengah, Pantai Baru, dan Rote Timur.

Demikian disampaikan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu saat menerima perwakilan masyarakat Kecamatan Pantai Baru di aula pertemuan lantai 1 kantor Bupati, Sabtu (19/06/2021) lalu.

Menurut Bupati Paulina, semua proposal pemekaran desa yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme pembentukan desa baru sesuai Undang-Undang Desa, Peraturan Pemerintah, dan Permendagri yang berkenan dengan itu.

Dikatakan Bupati Paulina, tujuan pemekaran adalah penataan desa dalam rangka mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, dan meningkatkan daya saing desa.

“Ada sejumlah syarat dan langkah-langkah yang dipenuhi dalam pembentukan desa baru, sehingga masyarakat yang diwakili panitia dan para tokoh masyarakat harus membantu pemerintah dengan data-data yang menjadi syarat,” jelasnya.

Bupati Paulina juga meminta dinas teknis dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk melakukan verifikasi dan kajian terkait persyaratan administrasi dan teknis. Jika memenuhi syarat segera ditindaklanjut pengusulannya ke Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat.

Terpisah, Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao Ronald Taulo yang dikonfirmasi VN, di kantor Bupati setempat, Selasa (22/06/2021) menjelaskan, proposal pemekaran desa tersebut disampaikan langsung oleh pemerintah desa, BPD, panitia pemekaran, tokoh masyarakat, dan tokoh adat masing-masing desa didampingi para camat kepada Bupati Rote Ndao sejak awal Juni lalu.

Menurutnya, dari total 33 desa/kelurahan tersebut, diusulkan menjadi 29 calon Desa Persiapan yang terdiri dari 22 desa dan 3 kelurahan menjadi 25 calon Desa Persiapan, serta penggabungan desa dari bagian desa/kelurahan yang bersandingan, yakni 6 desa dan 2 kelurahan menjadi 4 calon Desa Persiapan.

Ia merinci, proposal rencana pemekaran terbanyak yang diajukan adalah dari Kecamatan Lobalain, yakni sebanyak 11 Desa Persiapan. Desa-desa tersebut, yakni Desa Persiapan Leteklain (Pemekaran Desa Helebeik), Desa Persiapan Suesama (Pemekaran Desa Oematamboli), Desa Persiapan Ne’e (Pemekaran Desa Sanggaoen), Desa Persiapan Lelain (Pemekaran Desa Holoama), Desa Persiapan Loman (Pemekaran Kelurahan Mokdale), Desa Persiapan Nitaso (Pemekaran Kelurahan Metina), dan rencana penggabungan sebagian wilayah Desa Baadale dan Kelurahan Namodale menjadi Desa Persiapan Menggalama. 

Selanjutnya, kata dia, pemekaran enam desa di Kecamatan Rote Barat Daya, terdiri dari Desa Persiapan Soruk (Desa Oebafok), Desa Persiapan Huleaman (Desa Oeseli), Desa Persiapan Fia Fangga (Desa Oelasin), Desa Persiapan Okabeuk (Desa Oetefu), Desa Persiapan Foembura (Desa Oebatu), dan Desa Persiapan Nggai Holu (Desa Lalukoen).
 
Untuk Kecamatan Pantai Baru juga ada 6 usulan pemekaran, yakni Desa Persiapan Bulamolik (Desa Tungganamo), Desa Persiapan Kekosa (Desa Edalode), Desa Persiapan Tetuli (Desa Keoen), Desa Persiapan Dalediu (Desa Oebau), Desa Persiapan Oemeko (Desa Nusakdale), serta Desa Persiapan Batu Hun (Desa Batulilok). 

Kemudian, kata Ronald, empat usulan calon Desa Persiapan dari Kecamatan Rote Tengah, yakni Desa Persiapan Lidasue (Desa Suebela), Desa Persiapan Daifa’din (Keluarahan Onatali), rencana penggabungan sebagian wilayah Desa Maubesi dan Kelurahan Onatali menjadi Desa Persiapan Silofeo, dan penggabungan sebagian wilayah Desa Lidamanu dan Desa Maubesi menjadi Desa Persiapan Lidaloak.

Kecamatan Rote Timur juga mengajukan 4 proposal pemekaran, yakni Desa Persiapan Fenihalan (Desa Batefalu), Desa Persiapan Penaoen (Desa Serubeba), Desa Persiapan Papela Baru (Desa Papela), dan penggabungan sebagian wilayah Desa Hundihopo dan Desa Faifua menjadi Desa Persiapan Tendetui.

Sementara Kecamatan Rote Barat dan Loaholu masing-masing mengajukan 1 proposal pemekaran desa, yakni calon Desa Persiapan Teu Esa Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat, serta Desa Persiapan Oelaba (Desa Oelua).  

Terkait proses yang dilakukan Dinas PMD, kata Ronald, tahapan selanjutnya akan difasilitasi pembentukan panitia pembentukan desa persiapan, setelah itu tim akan turun melakukan verifikasi lapangan dan administrasi.

Setelah verifikasi, kata dia, akan dikaji untuk memberikan layak atau tidak menjadi desa persiapan. Kalau layak, maka diusulkan ke Gubernur NTT untuk mendapatkan persetujuan Kode Registrasi Desa Persiapan. (team/TS-02)