Humaniora

Bupati Paulina Safari dan Berbagi Kasih di SLBN Lobalain, Panti Asuhan Mercy, dan Rumah Pemulihan Gangguan Jiwa

Bupati Paulina menyerahkan tali kasih kepada para penghuni Rumah Pemulihan Gangguan Jiwa 'Kasih Karunia' milik GBI Menara Doa, di Dusun Oemaulain, Desa Tuanatuk, Kecamatan Lobalain, dalam kegiatan Safarinya, Sabtu (19/06/2021) siang. Foto: Dok/TS

Ba’a, teropongselatan.com—Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Jumat (18/06/2021) dan Sabtu (19/06/2021) melaksanakan Safari dan Berbagi Kasih dengan Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Lobalain, Desa Sanggaoen, anak-anak Panti Asuhan Mercy Indonesia Rote, Desa Ba’adale, serta penghuni Rumah Pemulihan gangguan jiwa Kasih Karunia, Dusun Oemaulain, Desa Tuanatuk, di Kecamatan Lobalain.

Dalam Safari tersebut, Bupati Paulina yang datang ditemani Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Untung Harjito, Kasat Pol PP Johnny EY Saudale, Camat Lobalain Nusry Zacharias.

Di SLBN Lobalain, rombongan Bupati disambut Kepala SLBN Lobalain Okren D Kiak bersama para guru dan para siswa. Demikian pula di Panti Asuhan Mercy Indonesia Rote, enam orang anak yatim-piatu penguni panti didampingi pengurus menyambut dengan rasa bangga bercampur haru.

Bupati Paulina dalam sambutannya mengatakan, kunjungan ke sekolah dan panti tersebut adalah untuk melihat secara langsung kondisi para sekolah dan panti, sekaligus memberikan bantuan kasih sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah, berupa baju, selimut, air mineral, makanan siap saji, beras, alat kebersihan, dan masker.

“Jumlahnya tidak seberapa, akan tetapi ini merupakan wujud kepedulian kepada para penyandang disabilitas di sekolah ini. Saya berharap tali kasih ini, bisa membantu anak-anak yang tinggal di asrama sekolah ini,” imbuhnya.

Bupati Paulina juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan siswa dan anak panti, juga memberikan motivasi kepada mereka agar tetap percaya diri dan jangan merasa rendah diri atau minder dengan keterbatasan mental dan ekonomi.

“Anak-anak semua harus tetap rajin bersekolah. Jangan patah semangat, tunjukan bahwa siswa SLB dan anak panti asuhan juga cerdas dan bisa berprestasi,” imbuh Bupati Paulina.

53 Siswa Tinggal di Asrama

Kepala SLBN Lobalain Okren D Kiak menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan jajaran Pemkab Rote Ndao yang telah mengunjungi sekolah ini, sekaligus memberikan tali kasih kepada para siswa.

Okren Kiak menjelaskan, seluruh siswa SLBN Lobalain berjumlah 63 orang. Di mana 53 orang menempati asrama sekolah dan 10 orang tinggal di rumah masing-masing, di mana untuk mengikuti KBM dilakukan sistem antar-jemput.

Ia merinci, ke-53 siswa yang tinggal di asrama terdiri dari jenjang SD sebanyak 27 orang, jenjang SMP 30 orang, dan SMA 16 orang.

“Tali kasih yang diberikan Ibu Bupati ini, tentunya sangat membantu keperluan para siswa yang tiggal di asrama sekolah,” ujarnya.

Asuh 41 Anak Yatim-Piatu

Pengurus Panti Asuhan Mercy Indonesia Rote Dedi R Lesik menjelaskan pelayanan Yayasan Mercy Indonesia di Kabupaten Rote Ndao menyentuh 41 anak yatim-piatu. Di mana 6 anak yang tinggal di panti, dan 35 anak tinggal dengan sanak famili, tetapi dilayani dengan sistem perkunjungan secara berkala.

Menurutnya, khusus enam anak yang tinggal di panti saat ini, dua orang merupakan siswa SD, dua orang masuk SMA pada Tahun Ajaran 2021/2022, satu orang kelas 12 si SMAN Lobalain, dan yang satu baru lulus SMA dan akan mengikuti Seleksi Calon Prajurit TNI-AD.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajaran yang berkunjung untuk melihat kondisi panti sekaligus menunjukkan kepedulian bagi anak-anak.

“Kami sangat berterima kasih dan akan selalu berdoa kiranya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat, dan kebijaksanaan kepada Ibu Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Rote Ndao,” tutupnya.

Sementara di Rumah Pemulihan gangguan jiwa Kasih Karunia milik GBI Menara Doa, di Dusun Oemaulain, Desa Tuanatuk, diserahkan bantuan berupa baju, selimut, air mineral, makanan siap saji, beras, alat kebersihan, dan masker.

Walau 8 orang penghuni yang kesemuanya laki-laki dewasa tampak tanpa ekspresi saat kehadiran rombongan, namun Bupati Paulina menyempatkan diri menyerahkan langsung kain sarung dan baju kepada para penderita gangguan jiwa.

Samuel Dellu, pengurus Rumah Pemulihan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Paulina dan rombongan, disertai dengan permohonan maaf karena kondisi para penguni yang mengalami gangguan jiwa. (team/TS-02)