Ekbis

10 Kelompok UMKM di Rote Ndao Siap Bersaing Dalam Festival Desa Binaan Bank NTT

Kepala Bank NTT KC Rote Ndao Sender Dewa Lele (kanan) bersama dewan juri Festival Desa Binaan Stenly Boimau (menggunakan topi Ti'i Langga), saat mengunjungi Sentra Perajin Perak milik Thimottius Radja, di Kelurahan Namodale, Sabtu (12/06/2021). Foto: Dok.TS

Ba’a, teropongselatan.com—Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank NTT Kantor Cabang (KC) Rote Ndao, siap bersaing dengan peserta dari kabupaten/kota lainnya dalam ajang Festival Desa Binaan Bank NTT tahun 2021.

Kepala Bank NTT KC Rote Ndao Sender Dewa Lele mengatakan hal tersebut kepada sejumlah wartawan, saat kunjungan dewan juri yang melakukan penilaian, di Lopo Dia Bisa, Kelurahan Namodale, Sabtu (12/06/2021).

Dijelaskan Dewa Lele, 10 kelompok UMKM yang merupakan Binaan Bank NTT KC Rote Ndao itu, sudah sangat siap untuk dinilai dewan juri karena mempunyai keunggulan komparatif.

Ia merinci, ke-10 spot UMKM binaan Bank NTT tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Sentra Tenun Ikat Fopo dan Usaha Kuliner di objek wisata Batu Termanu, di Kelurahan Onatali, Kecamatan Rote Tengah. Sentra Tenun Ikat Rolin, Sentra Tenun Ikat Bapak Suky, dan Sentra Tenun Ikat dan Kerajinan Perak Bapak Radja, di Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain.

Selain itu, Sentra Produksi Gula Semut Rebeka, Desa Oetutulu dan Perajin Alat Musik Sasadu Citra Nusa, Kelurahan Busalangga di Kecamatan Rote Barat Laut. Sentra Produksi Susu Goreng Karena Kasih, Desa Oebafok dan Usaha Kuliner dan Penyewaan Perahu di Objek Wisata Telaga Nirwana, Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, serta Sentra Tenun Ikat Ina Delha, Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat.

Sangat Antusias
Menurutnya, melihat antusiasme para pelaku UMKM dalam pelaksanaan Festival Desa Binaan Bank NTT tahun ini, maka ke depan Bank NTT KC Rote Ndao akan menambah sentra UMKM dan desa binaan di Kecamatan Rote Timur dan Rote Selatan, serta memberikan sentuhan untuk peningkatan pemberdayaan di bidang perikanan dan kelautan bagi nelayan tangkap dan pembudidaya rumput laut.

Menurut Dewa Lele, semua sentra ekonomi produktif Binaan Bank NTT KC Rote Ndao tersebut telah terkoneksi dengan kanal pembayaran elektronik QRIS Bank NTT juga mendapat layanan fasilitas Kredit Merdeka dengan bunga nol persen.

“Dengan sistem pembayaran elektronik QRIS milik Bank NTT, dapat membantu memutus penyebaran Covid-19, sekaligus mendukung program pemerintah terkait transaksi non tunai. Selain itu para pelaku UMKM juga menikmati fasilitas Kredit Merdeka dengan bunga nol persen,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemkab Rote Ndao terhadap penyelenggaraan Festival Desa Binaan Bank NTT.

“Pemkab Rote Ndao sangat membantu dalam penyediaan lahan untuk dibangun Lopo Dia Bisa Bank NTT di Kelurahan Namodale, juga dukungan dari Dekranasda. Kami berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan,” tutup Sender.

Implementasi Misi Bank NTT
Stenly Boimau, salah seorang dewan juri yang juga Konsultan Humas Bank NTT mengatakan, Festival Desa Binaan Bank NTT merupakan implementasi dari misi besar Bank NTT yaitu sebagai Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat NTT.

Ajang Festival Desa Binaan Bank NTT, kata stenly, dilaksanakan dalam rangka menggali potensi lokal di masing-masing desa untuk diusahakan secara produktif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Dari ajang ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian dan menguatkan daya saing desa, sekaligus mempersiapkan pelaku UMKM di desa-desa untuk siap berkompetisi di era digital saat ini,” katanya.

Sangat Terbantu
Lurah Namodale Marthen Ch Mandala menyambut baik kegiatan Festival Desa Binaan Bank NTT karena sangat membantu meningkatkan mensejahterakan para pelaku usaha kecil yang ada di Rote Ndao, terkhusus di Kelurahan Namodale.

Pembangunan Lopo Dia Bisa di Kelurahan Namodale sebagai tempat memasarkan hasil usaha, juga sebagai tempat kerja para perajin tenun ikat ini sangat positif karena mereka tidak lagi berjualan di pohon-pohan di pinggir jalan atau rumah masing-masing.

“Dengan adanya Lopo Dia Bisa sangat membantu para perajin Kelurahan Namodale, selain Rumah Dekranasda yang sudah ada. Sehingga, saya berharap kesejahteraan mereka akan lebih terangkat lagi dengan program-program Bank NTT,” ujar Mandala.

Thimotius Radja, salah seorang pemilik Sentra Tenun dan Kerajinan Perak di Kelurahan Namodale, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Bank NTT dengan sistem pembayaran elektronik QRIS dan penyaluran Kredit Merdeka dengan bungga nol persen.

Ia berharap ke depan Bank NTT terus memberikan pendampingan dan membantu memasarkan hasil usaha kelompok yang ada di desa binaan, sehingga memacu peningkatan produksi, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM. (team/TS-02)

Add Comment

Click here to post a comment