Pemerintahan dan Pembangunan

Wakil Bupati Stefanus Saek Launching Aplikasi Jaksa Sahabat Nelayan Kejari Rote Ndao

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek (ketiga dari kanan) dan Kajari Rote Ndao I Wayan Wiradarma, foto bersama Kadis Dikcapil Petson Hangge, Camat Rote Barat Daya Adrianus Bessie, Kepala Desa Oeseli Jeskial Mina Mooy, Perwakilan Dinas Perikanan dan UPP Kelas III Ba'a, usai acara Launching Pelayanan Hukum dan Penggunaan Aplikasi Jaksa Sahabat Nelayan (Jas Nelayan), di Kapela St Mikael, Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Jumat (11/06/2021). Foto: Dok.TS

Oeseli, teropongselatan.com—Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek melauching Aplikasi Jaksa Sahabat Nelayan (Jas Nelayan), yang merupakan Program Inovasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Rote Ndao dalam rangka membantu para nelayan di wilayah paling selatan NKRI tersebut untuk memiliki dokumen indentitas dan kepemilikan kapal, sebagai kepastian hukum dalam melaksanakan kegiatan usaha penangkapan ikan.

Launching Aplikasi Jas Nelayan tersebut dilaksanakan di Kapela St Mikael, Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Jumat (11/06/2021), yang dirangkai dengan kegiatan Sosialisai Pelayanan Hukum, sekaligus pendaftaran Kartu Kusuka dan Pas Kecil bagi nelayan setempat.

Wakil Bupati Stefanus dalam sambutannya mengatakan, pemerintah dan segenap masyarakat mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kajari Rote Ndao dan jajaran membantu para nelayan untuk mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum dalam melaksanakan kegiatan usaha, dengan kepemilikan identitas diri Kartu Kusuka dan Pas Kecil sebagai keabsahan kepemilikan kapal melalui Aplikasi Jas Nelayan.

Wabup Stefanus meminta kepada para nelayan Desa Oeseli dan nelayan di seluruh wilayah desa dan kecamatan di Kabupaten Rote Ndao untuk segera mendaftarkan diri dan kapalnya memanfaatkan Program Jas Nelayan ini karena akan sangat dimudahkan dan tentunya ada percepatan dalam pengurusan kepemilikan dokumen-dokumen tersebut.

“Ini suatu kepedulian yang luar biasa dari Kejari Rote Ndao yang tentunya akan membawa manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao khususnya para nelayan. Saya mengajak seluruh nelayan Rote Ndao mendukung program inovasi ini,” pungkas Wabup Stefanus.

Dukung Program Pemerintah Daerah
Kajari Rote Ndao I Wayan Wiradarma dalam sambutannya mengatakan,
dilihat dari letak geografis sebagai kabupaten kepulauan, Rote Ndao sebagian merupakan daerah pesisir pantai dan bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan demikian perlu mendapatkan perhatian tentang keselamatan, kesejahteraan serta pemahaman hukum bagi para nelayan.

Menurutnya, langkah konkret Kejari Rote Ndao adalah terus berupaya meningkatkan kinerjanya dalam mendukung program pemerintah daerah dan memberikan pelayan hukum melalui Program Jaksa Sahabat Nelayan (Jas Nelayan) yang merupakan layanan unggulan Kejaksaan Negeri Rote Ndao untuk meraih predikat WBK dan WBBM.

“Hal ini juga kami yakini akan membantu dan mempermudah pemerintah daerah dalam mendata para nelayan yang akan menerima bantuan maupun hibah dari pemerintah daerah atau Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” katanya.

Layanan hukum Jas Nelayan, kata dia, bertujuan untuk melakukan pencegahan serta mendeteksi secara dini akan terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh nelayan serta mewujudkan ketertiban dan kepatuhan hukum kepada nelayan, serta juga memangkas birokasi pelayanan yang panjang dan berbelit.

“Kemudahan dari aplikasi Jas Nelayan ini adalah untuk memangkas birokrasi, nelayan tidak harus hadir di tempat perizinan, menghindari terjadinya praktek pungli maupun KKN, serta menghemat biaya dan waktu. Sudah barang tentu yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah berkaitan dengan akurasi, kecepatan, ketepatan, dan efesiensi waktu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wiradarma.

Sebelum dilaksanakan Sosialisasi dan Launching Jas Nelayan ini, jelas Wiradarma, telah diadakan penandatangan MoU, sebagai wujud tekad dan kesepahaman Kejari Rote Ndao dengan Pemkab Rote Ndao dalam hal ini Dinas Perikanan dan Unit Penyelengara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ba’a, dalam rangka membantu proses pembuatan Kartu Kusuka yang merupakan identitas sebagai nelayan dan Pas Kecil yang merupakan ijin kepemilikan kapal di bawah 7 GT dengan menggunakan aplikasi Jas Nelayan.

Ia menambahkan, sesuai data yang diperoleh dari Dinas Perikanan, total jumlah nelayan sebanyak 10.250 orang, Kartu Kusuka yang sudah siap cetak kurang lebih 400 kartu dan yang belum sebanyak 9.600 kartu. Jumlah nelayan yang mempunyai kapal di bawah 7 GT sebanyak 454 unit, yang telah memiliki Pas Kecil kurang lebih 50 kapal, sementara yang belum memiliki sekitar 404 unit kapal.

“Dilihat dari data tersebut masih banyak nelayan yang belum mempunyai Kartu Kusuka dan Pas Kecil. Harapan saya dengan Layanan Jas Nelayan Kejari Rote Ndao dan dukungan serta komitmen dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perikanan bersama UPP Kelas III Ba’a, saya berharap di tahun 2022 seluruh nelayan di Kabupaten Rote Ndao telah memiliki Kartu Kusaka dan Pas Kecil,” katanya. (team/TS-02)