Pemerintahan dan Pembangunan

Rumah Layak Huni Desa Boni Mulai Dibangun

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu meletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan tujuh unit Rumah Layak Huni (RHL) Desa Boni, Kecamatan Loaholu, Jumat (28/05/2021), di halaman belakang kediaman Abraham Fanggi, di Dusun Oetetel. Foto: Dok.TS

Boni, teropongselatan.com—Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Desa Boni, Kecamatan Loahlolu, Jumat (28/05/2021). Acara peletakan batu pertama pembangunan tujuh unit RLH yang pembiayaannya bersumber dari Dana Desa Desa Boni Tahun Anggaran (TA) 2021 tersebut, dipusatkan di Dusun Oetetel.

Bupati Paulina dalam sambutannya mengatakan, salah satu program pengentasan kemiskinan yang menjadi visi-misi dan sudah terakomodir dalam RJPMD Kabupaten Rote Ndao 2019-2024 adalah Rumah Layak Huni, yang awalnya Program Rumah Aladin (atap, lantai, dan dinding).

Menurutnya, program yang dilaksanakan sejak awal kepemimpinannya pada tahun 2019 lalu hingga kini, mengalami penurunan alokasi sejak tahun 2020 ketika Covid-19 melanda Indonesia karena pemerintah menerapkan kebijakan refocusing anggaran untuk menangani bencana non alam tersebut. Masih sama di tahun 2021 ini terjadi penurunan jumlah RLH yang dibangun karena pandemi Covid-19 belum berakhir ditambah lagi dampak bencana alam badai Seroja.

Dikatakan Bupati Paulina, patut diapresiasi bahwa untuk tahun ini Pemerintah Desa Boni membangun RLH bagi warganya tak sekadar atap, lantai, dan dinding saja, tetapi sudah ditambah dengan plesteran serta lisplang.

“Ini hal yang baik dan perlu diapresisasi. Ke depan mungkin bisa diutamakan pembuatan talang serta bak atau fiber, agar bisa menampung hujan untuk memenuhi kebutuhan air,” katanya.

Ia juga berharap Kepala Desa Boni dan jajaran harus selalu mempedomani regulasi dan petunjuk teknis dalam pengelolaan Dana Desa serta dana-dana lainnya, sehingga tidak berdampak hukum.

Kepala Desa Boni Dominggus Fanggi dalam laporannya mengatakan, struktur APBDes Boni TA 2021 terdiri pendapatan sebesar Rp 1.726.594.300, terdiri dari Pendapatan Asli Desa Rp 1.500.000, Dana Desa 1.291.017.000, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Rp 24.993.383.000, Alokasi Dana Desa Rp 406.218.000, dan lain-lain Pendapatan Rp 2.866.013.

Sementara belanja yang diprogramkan, yakni Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Rp 417.442.813, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Rp 538.959.100, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Rp 32.690.000, Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp 524.164.000, dan Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat, dan Mendesak Rp 301.986.734.

Terkait pembangunan tujuh unit RLH tersebut, kata Dominggus, masing-masing berukuran 5×7 meter dengan menggunakan dana sebesar Rp 409.730.000, yang terdiri dari tujuh bangunan rumah Rp 308.300.000 (masing-masing Rp 44.042.857), serta HOK sebesar Rp 102.430.000.

Salah seorang penerima manfaat RLH asal Dusun Oetetel Abraham Fanggi menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa Boni beserta BPD, Pemerintah Kecamatan Loaholu, dan Pemkab Rote Ndao atas bantuan rumah tersebut.

“Mewakili enam KK lainnya saya sampaikan terima kasih kepada pemerintah desa hingga kabupaten, yang menetapkan kami sebagai penerima RLH Dana Desa tahun 2021. Kami mendoakan agar Ibu Bupati beserta seluruh jajaran diberikan kesehatan, kekuatan, dan hikmat dalam memimpin dan melayani masyarakat Rote Ndao,” katanya singkat.

Untuk diketahui, acara peletakan batu pertama pembangunan RLH Desa Boni tersebut dihadiri Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek, Kepala Bank NTT Kantor Cabang Rote Ndao Sander Dewalele, Kadis PMD Yames MK Therik, Kabag Umum Handryans Bessie, Camat Loaholu Jemi Oktovianus Adu, para tenaga Ahli dan Pendamping Desa, serta undangan lainnya. (team/TS-02)