Ekbis

Bupati Paulina Panen Perdana Rumput Laut Kelompok Pembudidaya Desa Boni

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu didampingi Kepala bank NTT KC Rote Ndao Sander Dewalele (kedua dari kanan, Camat Loaholu Jemi Oktovianus Adu, dan Kades Boni Dominggus Fanggi (kiri), menunjukkan rumput laut milik warga Desa Boni, yang dipanen dari perairan Pantai Namonggelak, Jumat (28/05/2021) petang. Foto: Dok.TS

Boni, teropongselatan.com—Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu bersama para pembudidaya rumput laut di Desa Boni, Kecamatan Loahlolu, melaksanakan panen perdana di perairan Pantai Namonggelak, Jumat (28/05/2021) petang.

Dalam kegiatan panen tersebut, Bupati Paulina bersama Kepala Bank NTT Kantor Cabang Rote Ndao Sander Dewalele, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek, Kadis PMD Yames MK Therik, Kabag Umum Handryans Bessie, Camat Loaholu Jemi Oktovianus Adu, dan para Tenaga Ahli dan Pendamping Desa, menggunakan empat unit perahu melayan melakukan panen dari atas perahu karena kondisi laut pasang.

Bupati Paulina kepada media ini menyampaikan, potensi areal pesisir perairan laut di Desa Boni cukup besar, sehingga pengembangan budidaya rumput laut sangat menjanjikan bagi peningkatan kesejahterakan para petani rumput laut di wilayah tersebut.

Menurutnya, budi daya rumput laut tergolong jenis usaha yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi, proses produksi relatif singkat, dan tidak membutuhkan teknologi tinggi, serta pangsa pasarnya masih terbuka luas.

Oleh karena itu, kata Bupati Paulina, para pembudidaya rumput laut di Boni harus tekun dan serius mengembangkan ini secara lebih baik, disamping menggarap pertanian di darat.

“Potensi sangat baik, hanya dibutuhkan keseriusan dan ketelatenan dalam mengelola, sehingga kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Boni dapat terangkat,” katanya.

Menjawab keluhan para pembudidaya rumput laut Desa Boni karena terdampak badai Seroja beberapa waktu lalu, Bupati Paulina berjanji akan berupaya untuk membantu tali nylon, tali rafia, dan bibit rumput laut dalam APBD Perubahan nantinya.

“Pemerintah akan berupaya untuk membantu, tetapi bapak/ibu petani rumput laut bantu doa supaya rencana pemerintah mendapat dukungan Dewan untuk membantu pengadaan perlengkapan budidaya,” katanya.

Terdampak Badai Seroja

Kepala Desa Boni Dominggus Fanggi menjelaskan, jumlah pembudidaya rumput laut di desanya berjumlah 245 KK, di mana sebagian besar terkena dampak badai Seroja dengan estimasi kerugan di atas Rp 1 miliar.

Menurut Dominggus, dari Dana Desa tahun ini, telah dialokasikan dana pemberdayaan untuk membeli tali nylon, tali rafia, dan bibit rumput laut untuk dibagikan kepada para pembudidaya, namun jumlahnya tidak banyak. Sehingga, jika Ibu Bupati berencana untuk membantu lagi melalui APBD Perubahan, maka tentunya masyarakat sangat senang.

Ia menambahkan, kehadiran Kepala Bank NTT KC Rote Ndao dalam kegiatan panen ini diharapkan ada sentuhan lain, seperti kemudahan mengakses perbankan atau menjadikan kelompok binaan, sehingga para pembudidaya bisa lebih meningkatkan produksinya.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Kabupaten Rote Ndao Filadefia Fiah menjelaskan, potensi rumput laut di Desa Boni dan desa tetangga Tasilo cukup menjanjikan.

Menurutnya, produksi dari dua desa ini bisa mencapai 100 ton lebih dalam satu musim. Di mana satu pembudidaya biasanya sekali panen bisa mencapai 300 kilogram hingga ada yang mencapai 3 ton.

 

Didaftar Jadi Kelompok Binaan

Dalam merespons keinginan para pembudidaya rumput laut, Kepala bank NTT KC Rote Ndao Sander Dewalele mengatakan, pada prinsipnya Bank NTT merupakan bank milik masyarakat NTT. Sehingga, terus berupaya membantu masyarakat NTT dengan menyelaraskan kebijakan perbankan dengan program pemerintah daerah. Ke depan pihaknya akan menjadikan kelompok rumput laut di Desa Boni ini sebagai Kelompok Binaan.

“Memang potensi rumput laut Desa Boni lumayan dan terus terang terlewatkan dari pantauan kerena sebelumnya kita arahkan perhatian ke Rote Barat. Namun, sejak hari ini kelompok rumput laut di Desa Boni kita daftarkan menjadi Kelompok Binaan Bank NTT,” kata dia.

Menurutnya, produk-produk olehan makan ringan berbahan dasar rumput laut yang dihasilkan kelompok pembudidaya akan difasilitasi pengurusan HAKI, sehingga bisa dipasarkan secara luas bahkan sampai ke Kupang.

Selain itu, Bank NTT juga akan memfasilitasi para pembudidaya rumput laut yang ingin mengambangkan usaha dengan skim Kredit Merdeka Bank NTT yang bunganya nol persen atau tanpa bunga. (team/TS-02)

Add Comment

Click here to post a comment