Polkam

PDIP dan Golkar Dukung Kebijakan Peningkatan Status Nakes Sukarela

Ketua Fraksi Golkar Meksi Mooy

Ba’a, teropongselatan.com—Fraksi PDIP dan Golkar Dewan Perwakilan Rakat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao mendukung kebijakan Pemkab menaikkan status Tenaga Kerja (Nakes) Sukarela yang selama ini mengabdi di Puskesmas dan Pustu menjadi Tenaga Kontrak Daerah (TKD).

Ketua Fraksi PDIP Denison Moy yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (24/05/2021) mengatakan, pengangkatan tenaga kesehatan sukarela yang berkerja di Puskesmas, Pustu, dan rumah sakit di Kabupaten Rote Ndao menjadi tenaga kontrak merupakan kebijakan yang perlu didukung.

Menurutnya, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke puskesmas-puskesmas, ternyata banyak tenaga sukarela yang bekerja dengan dibiayai Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang tidak seberapa. Sehingga, dengan pengangkatan mereka menjadi TKD sangat tepat dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Fraksi PDIP sangat mendukung karena pengangkatan nakes sukarela ini juga menjadi harapan DPRD dan juga masyarakat yang diwakili dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang memadai,” kata Denison Moy.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Rote Ndao Meksi Mooy mengatakan, tenaga kesehatan sangat dibutuhkan karena di Kabupaten Rote Ndao masih kekurangan. Apalagi, kondisi pandemi Covid-19 saat ini tentunya banyak fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Pustu) yang membutuhkan tenaga medis.

Untuk itu, kata Meksi, Fraksi Golkar sangat mendukung dan sekaligus mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab Rote Ndao mengangkat tenaga kesehatan (nakes) sukarela menjadi TKD.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao dr Feby Riwu menjelaskan, sesuai Permenkes Nomor 12 Tahun 2021 BOK Puskesmas lebih diarahkan untuk mendukung operasional, meliputi: a) pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat di wilayah kerja; b) kegiatan kesehatan masyarakat tingkat Puskesmas; c) upaya deteksi dini, preventif, dan respon penyakit; d) pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat desa/kelurahan prioritas; e) dukungan operasional UKM tim nusantara sehat; dan f) penyediaan tenaga dengan perjanjian kerja.

Sehingga, kata dr Feby, dengan kebijakan yang diambil Bupati Rote Ndao ini, maka seluruh tenaga sukarela yang bekerja di Puskesmas dan Pustu yang tersebar di 11 wilayah kecamatan sudah terakomodir menjadi TKD.

“Kami berterima kasih karena apa yang menjadi harapan para tenaga sukarela sudah dijawab oleh Ibu Bupati, dan mereka sudah ditingkatkan status serta memperoleh penghasilan lebih baik,” katanya.

Terima Kasih
Mila Pella (32), Bidan Pustu Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah menyampaikan terima kasih kepada Bupati Rote Ndao yang sudah memperhatikan nasib tenaga sukarela untuk diangkat menjadi TKD.

Menurutnya, sejak tahun 2018-2020 kembali dirinya menjadi nakes sukarela yang dibiayai BOK, namun sebelumnya pada tahun 2014-2017 dirinya masuk dalam daftar TKD.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati karena saya sudah diangkat kembali menjadi TKD. Saya berharap ke depan ada perlakuan khusus bagi kami nakes yang sudah masuk TKD, agar sedapat mungkin bisa dipertahankan,” katanya.

Marthen Filmon Fani (36), salah seorang tenaga sukarela yang saat ini mengabdi di Puskesmas Sotimori, Kecamatan Landu Leko mengatakan, dirinya sudah mengabdi sejak tahun 2007 hingga saat ini.

Sarjana PGSD ini mengaku, tahun 2007 itu dirinya menjadi tenaga sukarela di sana. Tahun 2008 hingga 2018 menjadi TKD, kemudian tahun 2019-2020 kembali menjadi tenaga sukarela tetap di Puskesmas Sotimori. Sehingga, sangat diharapkan ke depan ada kebijakan khusus dari Pemerintah Pusat yang memberikan perhatian bagi yang sudah mengabdi di atas 10 tahun ini untuk diakomodir sebagai PPPK. (team/TS-01)