Pariwisata

Bupati Paulina Sumbang 100 Sak Semen Untuk Penataan Air Terjun Oefamba

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu (kedua dari kanan), foto bersama Plt Kadis Kesehatan dr Feby Riwu, Ketua Fraksi NasDem Deny Zacharias (kiri), dan anggota Fraksi NasDem Yance Daik (kanan), di Air Terjun Oefamba, Minggu (23/05/2021). Foto: Dok.TS

Ba’a, teropongselatan.com—Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu memberikan bantuan pribadi 100 sak semen untuk penataan Air Terjun Oefamba, Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain.

Pantauan VN, saat berkunjung ke objek wisata tersebut, Minggu (23/05/2021), masyarakat Dusun I Tuabuna sementara melakukan pembersihan tempat parkir dan pembuatan tangga darurat, sehingga Bupati Paulina tergerak membantu semen untuk penataan awal.

Bupati Paulina kepada media ini mengatakan, Air Terjun Oefamba merupakan satu-satunya objek wisata air terjun di Rote Ndao yang potensinya cukup bagus jika dikelola secara baik.

“Memang saya baru pernah datang ke sini dan saya lihat ptensinya cukup baik. Untuk itu saya bantu secara pribadi 100 sak semen untuk melakukan penataan awal,” katanya.

Ke depan, kata Bupati Paulina, Pemkab Rote Ndao akan mengkaji untuk pengembangan yang cocok seperti apa, tetapi yang jelas harus tetap mempertahankan kondisi lingkungan alamnya.

Di tempat yang sama, Ketua Fraksi NasDem DPRD Rote Ndao Deny Zacharias yang datang bersama Bupati Paulina mengapresiasi kemamuan masyarakat yang berswadaya untuk melakukan penataan objek wisata tersebut.

“Karena Ibu Bupati sudah menyumbang 100 sak semen, maka kami seluruh anggota Fraksi NasDem akan menyumbang pasir untuk membangun tangga parmanen dan MCK, sebelum dialokasikan anggaran untuk penataan dari Dana Desa tahun depan,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yesy Dae Pany mengatakan, sesuai petunjuk Bupati, kami dari dinas diminta untuk mempersiapkan penunjang aktraksi wisata. Jadi ke depan mungkin kita akan sesuaikan dengan potensi air terjun ini menjadi wisata alam. Kita akan lengkapi fasilitas tetapi tidak mengesampingkan keasrian dan keaslian lingkungan sekitar objek yang akan menjadi jualan.

Kita mungkin awal akan membangun tangga akses, lopo, jembatan gantung, serta kolam tampungan air untuk pemandian. Mungkin itu dahulu, dan selanjutnya kita akan pikirkan pengembangannya ke depan yang cocok itu seperti apa.

“Kita baru rancang, mungkin baru akan masuk untuk sentuh objek air terjun Oefamba ini tahun depan,” ujarnya.

Penataan Secara Swadaya

Godlief Mboeik, Kepala Dusun I Tuabuna yang juga selaku salah seorang maneholo (penjaga/pengatur) Mamer Oefamba mengatakan, ide untuk mengelola Air Terjun Oefamba sebagai objek wisata Desa Kolobolon dirintis oleh masyarakat kurang lebih sejak dua tahun terakhir.

“Ini kawasan Mamer yang diatur dalam Papadak, di mana sebelumnya untuk masuk ke sini tidak diperbolehkan setiap hari,” kata dia.

Secara swadaya, kata Godlief, masyarakat telah membersihkan lokasi, meratakan lahan parkir, membuat tangga darurat (digali) dan menempatkan pegangan dari bambu di sepanjang tangga menuruni bukit, serta membuat jembatan penyeberangan menuju dua lokasis air terjun yang ada di dalam mamer tersebut.

“Penataan yang kami buat menggunakan bahan lokal seperti bambu, pohon pinang yang sudah tidak produktif, untuk pelancong bisa menikmati dua air terjun yang ada,” terang Godlief.

Akan Diintervesi Dana Desa

Kepala Desa Kolobolon Ezaf Mbuik mengakui bahwa belum ada intervensi Dana Desa untuk melakukan penataan Air Terjun Oefamba karena dirinya baru dilantik pada 3 Maret 2021, sementara penetapan penetapan APBDes sudah dilakukan sebelumnya.

Menurutnya, untuk penataan sementara dirinya bersama aparat desa dan masyarakat telah bersepakat secara swadaya, sembari mencari bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan menunggu penetapan APBDes 2022 yang dalam beberapa kali pertemuan di desa sudah diusulkan untuk mengalokasikan sebagain Dana Desa untuk penataan objek wisata Air terjun Oefamba.

Dikatakan Ezaf, animo pengunjung ke Air Terjun Oefamba ini cukup luar biasa, di mana setiap hari ada puluhan pengunjung dan pada week end bisa mencapai 100-300 orang.

“Hari Minggu (16/05/2021) itu, menurut catatan ada sekitar 313 orang yang datang berwisata di sini. Ini membuat masyarakat lebih antusias melakukan penataan, sehingga bisa memperoleh nilai ekonomis dari pembukaan objek wisata ini,” kata dia.

Menurutnya, untuk sementara belum dikenakan pungutan terhadap pengunjung karena masih dalam penataan. Setelah ada lahan parkir, MCK, dan fasilitas lainnya barulah akan dikenakan pungutan untuk pendapatan desa. (team/TS-01)

Add Comment

Click here to post a comment