Olahraga

Menko Muhadjir Minta Maaf dan Berjanji Akan Kembali ke Rote

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu menyerahkan secara simbolis paket bantuan kepada perwakilan warga terdampak Badai Seroja, saat kunjungan singkat di Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya, Selasa (4/5/2021) petang. Foto: Dok.TS

Oebou, teropongselatan.com—Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, yang melakukan peninjauan ke lokasi terdampak bencana Badai Seroja di Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Selasa (4/5/2021) petang, meminta maaf karena hanya bisa sekitar lima menit bersama warga.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat yang hadir karena harus segera kembali ke Kupang. Jika hari sudah gelap, maka pesawat tidak bisa take off karena Bandara di sini tidak ada lampunya,” kata Muhadjir.

Ia berjanji kepada masyarakat Rote Ndao akan menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Perhubungan untuk segera dipasang lampu, agar penerbangan di Bandara DC Saudale bisa dilakukan pada malam hari juga.

“Doakan mudah-mudahan ini bisa terwujud dan saya bisa kembali ke sini lagi nantinya,” kata Muhadjir.

Dalam pertemuan yang sangat singkatitu, Menko Muhadjir menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo kepada seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Dikatakan Muhadjir, kunjungan kali ini adalah dalam rangka menemui para warga terdampak Badai Seroja di Rote Ndao, untuk meyakinkan bahwa pemerintah akan terus membantu semua yang terdampak Badai Siklon Tropis Seroja.

“Untuk itu, masyarakat Rote Ndao tidak usah khawatir karena semua akan diurus oleh Ibu Bupati dan akan dibantu Pemerintah Pusat. Namun, yang lebih penting masyarakat juga harus berusaha sendiritidak boleh hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah saja,” imbuhnya.

Menurut Muhadjir, kehadiran dirinya di Rote Ndao saat ini adalah yang kedua kalinya. Yang pertama saat mendampingi Presiden Jokowi meresmikan salah satu SMP Negeri di Rote Ndao.

“Waktu itu saya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan saya bangun SMP Negeri di Rote. Nanti ke depan saya datang lagi saya sumbang lagi,” ujarnya.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu menyampaikan terima kasih kepada Menko PKM beserta rombongan yang walaupun dengan agenda kunjungan di NTT yang begitu padat, namun masih menyempatkan diri (walau sebentar) untuk datang ke Rote Ndao.

Bupati Paulina berharap kunjungan ini dapat memotivasi masyarakat Rote Ndao yang mengalami keterpurukan akibat bencana Badai Seroja, agar bangkit kembali.

“Kita harapkan dengan hadirnya Pak Menko ke sini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat yang saat ini sedang mengalami keterpurukan agar bisa segera pulih dan kembali bangkit,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam kunjungan tersebut Menko PMK menyerahkan secara simbolis bantuan dari Badan Nasional Penanggunalang Bencana (BNPB) berupa Dana Siap Pakai untuk Dana Tunggu Hunian (DTH) korban bencana Angin Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Rote Ndao sebesar Rp 229.500.000, dan dukungan berupa 1.500 paket makanan siap saji, 1.500 paket lauk-pauk, 1.500 paket makanan tambahan gizi, dan 1.000 pcs masker kain Ina. Sedangkan bantuan dari Kementerian Sosial berupa santunan kepada ahli waris Muchtar Abdullah (alm), warga Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru yang merupakan satu-satunya korban jiwa akibat Badai Seroja di Rote Ndao.

Kepala Desa Oebou Paulus Mooy menyampaikan kegembiraannya karena walaupun lima menit menyambangi warganya, namun Menko PKM memberikan jaminan bahwa pemerintah akan mengurus semua dampak yang ditimbulkan Badai Seroja awal April lalu.

“Secara manusia kami kecewa karena berbagai persiapan sudah dilakukan untuk kita bisa menyampaikan uneg-uneg. Namun, akibat jadwal Pak Menko yang sudah molor dari beberapa daerah, ya kami maklum dan bisa memahami. Apalagi kendalanya Bandara kita tidak bisa terbang malam,” pungkasnya. (team/TS-02)