Olahraga

84 Pasien Covid-19 Ditempatkan di Rusun Ne’e dan SDI Moklain

Warga Dusun Batuleli, Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Kamis (29/4) petang, mendapatkan pelayanan rapid antigen yang dilakukan Tim Gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao, sebagai upaya tracing dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Foto: Dok.TS

Ba’a, teropongselatan.com—Sejak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao meningkat tajam pada Selasa (27/04/2021) lalu, hingga hari ini sebanyak 84 pasien ditempatkan pada dua tempat karantina terpusat, di mana 44 orang ditempatkan di Rumah Susun (Rusun) Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain. Sementara 40 orang ditempatkan di ruang kelas SD Inpres Moklain, Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, sebagai tempat karantina sementara.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Rote Ndao Armis Saek selaku Penanggung jawab Tempat Karantina Rusun Ne’e yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (30/04/2021) siang.

Menurutnya, hingga hari ini pasien terkonfirmasi Covid-19 yang ditampung di Rusun Ne’e sebanyak 44 orang. Di mana seluruhnya ditangani sesuai SOP penanganan Covid-19 dan kondisinya dilaporkan tim medis dalam kondisi sehat.

“Seluruhnya ditangani dengan baik, makan-minumnya dan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar. Makan tiga kali sehari ditambah snack dua kali sehari,” kata dia.

Menjawab terkait keluhan kekurangan fasilitas APD untuk tenaga medis yang bertugas merawat pasien, kekurangan masker untuk para pasien, serta kebersihan ruangan dan kompleks tempat karantina, kata dia, itu hanya miss komunikasi saja karena semua yang dikeluhkan sebenarnya tersedia.

Ia menjelaskan, APD bagi petugas medis sesuai laporan Plt Kadis Kesehatan masih banyak di gudang, hanya saja dokter yang melayani di Rusun Ne’e memintanya ke Direktur RSUD bukan meminta ke Dinas Kesehatan.

“Jadi itu cuma miss komunikasi saja karena kalau minta di RSUD tentunya stok di sana untuk pelayanan pasien yang di rawat di sana, otomatis tidak ada. Seharusnya permintaan disampaikan ke Satgas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao atau ke Dinas Kesehatan. Kita masih punya stok APD dan masker di sana,” kata dia.

Sementara terkait kebersihan di Rusun Ne’e, kata dia, sebenarnya ada petugas dari Dinas Perkim yang sudah dijadwalkan melakukan pembersihan di situ. Namun, karena tugasnya setiap pagi harus membersihkan kota terlebih dahulu, maka setelah itu barulah dia ke Rusun Ne’e untuk membersihkan tempat karantina pasien Covid-19 tersebut.

“Intinya kami menerima keluhan-keluhan tersebut dan selalu akan merespons dengan memperbaiki kinerja pelayanan. Soal kekurangan APD petugas medis dan masker untuk pasien itu kami sekali lagi tegaskan bahwa oleh karena sifatnya hanya miss komunikasi, maka segera akan dipenuhi karena stok di Dinkes ada,” kata Armis.

Terpisah, Camat Rote Tengah Marthen Muskanan yang dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa kebutuhan dan fasilitas bagi 40 pasien positif rapid antigen asal Dusun Batuleli, Desa Lidamanu dan sekitarnya yang dikarantina di SDI Moklain terpenuhi.

Menurutnya, sejak diputuskan untuk karantina terpusat di SDI Moklain, Tim Satgas Covid-19 Rote Ndao telah mengambil alih semua kebutuhan para pasien, mulai dari makan minum, air bersih, fasilitas untuk tidur, dan penanganan kesehatan dilakukan Satgas kabupaten dibantu tim medis dari Puskesmas Feapopi, Kecamatan Rote Tengah.

“Pasien mendapat makan tiga kali sehari (pagi, siang, dan malam), juga snak. Untuk tempat tidur juga sudah dibagikan kasur bagi setiap pasien, dan kebutuhan air bersih juga sudah disediakan,” kata Muskanan.

Diakuinya, hari pertama itu memang kondisi darurat karena rapid antigen dilakukan hingga larut malam, dan saat itu juga listrik padam, sehingga petugas kewalahan juga mengurus para pasien dan akhirnya malam pertama itu mereka tidur seadanya. Akan tetapi keesokan harinya Tim Satgas Kabupaten sudah membawakan kasur untuk mereka.

Dari sisi pelayanan kesehatan, kata dia, sudah dilakukan tim gabungan Satgas kabupaten dan Puskesmas Feapopi sejak pelaksanaan rapid antigen 27 April lalu, dengan terus dilakukan pemantauan. Keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pasien juga telah ditangani sesuai SOP penanganan Covid-19.

“Tadi pagi dilakukan pembagian vitamin dan pelayanan obat sesuai indikasi yang dialami semua pasien,” tutupnya. (team/TS-01)