Olahraga

SK Sementara Data Kerusakan Rumah Warga Telah Dikirim ke BNPB dan Pemprov NTT

Inilah kondisi kerusakan salah satu rumah warga Desa batulilok, Kecamatan Pantai Baru yang atapnya diterbangkan Badai Seroja, Senin (5/4) lalu. Foto: Dok.TS

Kupang, teropongselatan.com—Data sementara kerusakan perumahan warga di Kabupaten Rote Ndao by name by address (tahap pertama) telah dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi NTT dalam bentuk Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu.

Sekda Rote Ndao Jonas M Selly selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan hal tersebut mengklarifikasi informasi bahwa Rote Ndao merupakan salah satu daerah yang belum menyampaikan laporan.

Melalui saluran telepon genggamnya, Senin (26/4) petang, Jonas mengatakan, hasil rekapitulasi data sementara kerusakan rumah warga yang diperoleh dari lapangan berjumlah 10.683 unit. Data yang sudah lengkap by name by address sesuai Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 8.989 unit dan telah diterbitkan dalam SK Sementara yang ditandatangani Bupati Rote Ndao, serta telah dikirimkan ke Posko Provinsi dan BNPB RI.

Ia merinci dari jumlah yang sudah lengkap tersebut, rusak berat sebanyak 1.440 unit, rusak sedang 2.384 unit, dan rusak ringan 5.165 unit. Sementara sisanya akan masuk dalam SK Susulan, yang sementara dalam pendataan, verifikasi, dan validasi oleh Tim Satgas kabupaten.

“Setelah dilakukan verifikasi dan validasi nantinya, jumlah bisa bertambah atau berkurang baik totalnya, maupun per kategori kerusakan berat, sedang, maupun ringan. Setelah semua divarifikasi dan valisdasi, barulah data finalnya diterbitkan SK Definitif Penetapan Penerima Bantuan Korban Badai Seroja di Kabupaten RoteNdao,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD NTT Isak Nuka saat kunjungan Komisi V DPRD NTT di Posko Bencana BPBD menjelaskan bahwa hingga Senin (26/4), baru 9 kabupaten/kota yang menyerahkan data kerusakan rumah warga by name by address, di antaranya Sabu Raijua, Sumba Timur, Rote Ndao, Lembata, Belu, Malaka, Ende, dan yang baru saja masuk yakni TTU. Sementara 3 kabupaten yang belum menyerahkan data adalah Alor, Flores Timur, dan Kabupaten Kupang.

Sementara Bupati Kupang Korinus Masneno yang dikonfirmasi di lantai 1 kantor Gubernur NTT usai RUPS Bank NTT mengatakan bahwa data kerusakan rumah warga by name by address sekitar 9.200 lebih, telah disampaikan pekan lalu ke Posko Bencana NTT dan BNPB RI dalam bentuk SK Bupati.

Tunggu Kebijakan Pusat dan Provinsi
Terpisah, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu mengatakan, data kerusakan 8.989 unit rumah warga tersebut masih sementara, sehingga dirinya telah menginstruksikan kepada Satgas segera menyelesaikan pendataan dan validasi yang tercecer dan juga yang sudah di-SK-kan sementara itu secepatnya sebelum batas waktu yang diberikan Pemerintah Pusat hingga 5 Mei mendatang.

Ketika ditanya terkait jika kebijakan terkait rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah warga itu dibagi tanggung jawab misalkan rusak berat ditanggung oleh Pusat, sedang oleh provinisi, dan ringan oleh kabupaten/kota, Bupati Paulina katakan, pada prinsipnya Pemkab Rote Ndao mengikuti petunjuk dan arahan Pusat.

Menurutnya, seandainya Pemkab diharuskan tangani yang kerusakan ringan, tentunya kami berharap dana yang sudah dialokasikan untuk bencana non alam dan Badai Seroja ini bisa cukup karena jumlah rusak ringan juga mencapai 5.000 unit lebih.

“Saya dalam setiap kesempatan mengunjungi warga terdampak, selalu mengimbau agar yang satu dua lembar seng yang rusak sebaiknya diperbaiki sendiri. Jangan tunggu pemerintah lagi karena bantuan yang dijanjikan itu masih dikaji setelah datanya seluruhnya masuk. Mudah-mudahan yang mereka yang mengalami kerusakan tiga sampai lima lembar bisa memahami, namun jika tidak pun yang diharapkan bersabar menunggu kebijakannya seperti apa,” tutup Bupati Paulina. (team/TS-01)