Olahraga

Bupati, Wakil Bupati, dan Dandim 1627/Rote Ndao Ikuti Syukuran Panen Petani Kolobolon

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Wakil Bupati Stefanus M Saek, Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Inf) Educ Permadi, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Untung Harjito, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek, Kadis Pertanian Salmun Haning, Kadis Pangan Hanokh Ndun, Kadis PMD Yames MK Therik, Camat Lobalain Nusry Zacharias, dan Kades Kolobolon mengacungkan berkas padi yang dipanen di areal persawahan Dano Tallu, Kamis (22/4). Foto: Dok.TS

Para petani Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao menggelar panen raya di kompleks persawahan Dano Tallu, Kamis (22/4). Kegiatan panen raya tersebut dihadiri Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Wakil Bupati Stefanus M Saek, Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Inf) Educ Permadi, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Untung Harjito, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek, Kadis Pertanian Salmun Haning, Kadis Pangan  Hanokh Ndun, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Yames MK Therik, Camat Lobalain Nusry Zacharias, serta tokoh adat, tokoh agama, dan undangan lainnya.

 

Kepala Desa Kolobolon Esaf Mbuik kepada awak media mengatakan, panen raya tersebut merupakan hajatan rutin tahunan peninggalan budaya leluhur yang terus dipertahankan hingga kini. Di mana sebelum para petani areal persawahan tadah hujan Dano Tallu dan Oemasik melakukan panen, didahului dengan doa syukuran atas penyertaan Sang Pencipta.

 

Esaf mengatakan, kegiatan panen raya ini kelihatannya agak sumir karena beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Rote Ndao datang ke Desa Kolobolon memberikan bantuan tanggap darurat berupa paket sembako kepada warg terdampak. Namun, hari ini masyarakat melaksanakan panen raya. Untuk itu, perlu dipahami bahwa hajatan ini harus dilakukan karena merupakan ungkapan syukur yang sudah diwariskan oleh para leluhur dan dijalankan setiap tahun.

 

“Kita bersyukur walau wilayah desa kami sempat terkena dampak Badai Seroja dua minggu lalu, di mana ada sebagian warga rumahnya rusak dan juga sebagian lahan sawah sebagian ada yang tertimbun material akibat hujan, namun masih bisa panen. Produksi gabah petani memang menurun dan tidak sesuai harapan, tetapi kami tetap melaksanakan hajatan yang sudah dilaksanakan leluhur kami,” ujar kepala desa yang baru dilantik 3 Maret lalu.

 

Ia menambahkan, kegiatan syukuran panen ini juga digabungkan dengan penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 88 Kepala Keluarga (KK) penerima untuk bulan April, sebesar Rp 300 ribu per KK, karena Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimda, bersama pimpinan OPD hadir dalam kegiatan ini.

 

Bupati Paulina mengapresiasi para petani Desa Kolobolon yang hingga saat ini masih mempertahankan dan melestarikan budaya leluhur, yakni selalu mengucap syukur sebelum melakukan panen hasil sawah, dalam kondisi baik maupun kurang baik.

 

“Saya rasa ini bukan untuk membanggakan diri atas hasil panen di tengah bencana yang dialami, tetapi lebih kepada ucapan syukur atas penyertaan Tuhan kepada para petani di sini. Saya apresiasi warga Kolobolon yang selalu bersyukur dalam kondisi apapun yang dialami,” imbuhnya.

 

Bupati Paulina juga berpesan kepada warga penerima BLT Dana Desa untuk memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan yang prioritas, tidak untuk beli sopi (miras lokal) atau kebutuhan yang masih bisa ditunda karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19 dan rekonstruksi pasca bencana alam Badai Seroja.

 

Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (inf) Educ Permadi yang dimintai tanggapan terkain kegiatan tersebut mengatakan, kondisi para petani Kolobolon yang masih bisa panen ini hal yang luar biasa. Walau dalam keprihatinan usai mengalami bencana Badai Seroja, tetapi ada sedikit penghibur bagi mereka. Sehingga, diharapkan ini menjadi titik awal mereka bangkit dan melupakan bencana yang sudah dialami, sealigus menjadi pelecut semangat untuk lebih baik lagi ke depan.

 

Menjawab soal laporan para Babinsa terkait kerusakan lahan pertanian yang ada di Rote Ndao, Dandim Educ katakan, para Babinsa masih membantu aparat di desa-desa dalam mendata dan memverifikasi laporan warga, namun hasil sementara kerusakan sawah petani tidak terlalu banyak karena buktinya di Kolobolon ini masih bisa panen.

 

Kepala Dinas Pertanian Salmun Haning menjelaskan, luas areal persawahan Dano Tallu dan Oemasik seluas 298 hektare, di mana 277 hektare merupakan sawah tadah hujan, dan 21 hektare merupakan sawah dengan irigasi sederhana. Di mana terdapat  8 kelopok tani laki-laki dewasa dan 1 kelompok wanita tani, dengan total anggota 306 orang. Tingkat produktivitas padi di kompleks persawahan ini sesuai hasil ubinan sekitar 4,1 ton per hektare. (team/TS-01)