Olahraga

Tujuh Orang Kontak Erat dengan Almarhum SM Reaktif Rapid Test

drg Suardi Kadis Kesehatan Kabupaten Rote Ndao

HASIL rapid test yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Rote Ndao terhadap 47 orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19, almarhum SM yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a, Kamis (3/12), 7 orang reaktif.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao drg Suardi yang dikonfirmasi media ini, di gedung DPRD saat mengikuti pembukaan Sidang IV DPRD setempat, Kamis (10/12) siang.

Dikatakan Suardi, dari tracing petugas medis Puskesmas Ba’a yang ditugaskan Satgas Covid-19 untuk menangani kasus yang terjadi di Lekioen, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain itu, hasilnya ada 7 orang kontak erat dengan almarhum SM yang reaktif rapid test.

“Sesuai laporan dari tracking terhadap 47 orang kontak erat, hasil rapidnya terdapat 7 orang yang reaktif. Sehingga, tindakan yang akan diambil selanjutnya adalah melakukan swab test,” kata Suardi.

Menurutnya, 7 kontak erat dengan almarhum SM tersebut segera akan dilakukan swab test di RSUD Ba’a dan sampelnya akan dikirim ke Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Prof WZ Johannes Kupang untuk dilakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Selain itu, kata Suardi, ada tiga orang pasien RSUD Ba’a yang hasil rapid testnya reaktif juga, sehingga akan sekaligus dilakukan swab terhadap mereka.

“Jadi ada 10 orang yang akan dilakukan swab test. Tujuh merupakan kontak erat dengan almarhum SM, dan 3 orang pasien RSUD yang hasil rapidnya reaktif,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy menjelaskan, sesuai pembagian tugas Puskesmas Ba’a yang melakukan tracing dan pihak RSUD siap menindaklanjuti hasil kontak tracing yang sudah dilakukan Puskesmas Ba’a dengan pemeriksaan rapid test dan swab test.

Dikatakan dr Adhy, pemeriksaan swab terhadap 7 kontak erat dengan almarhum SM dan 3 pasien RSUD yang hasil rapidnya rekatif, dijadwalkan dilakukan hari Senin dan Kamis.

Ketika ditanyakan apakah masih ada kemungkinan kontak erat yang belum teridentifikasi, Adhy katakan, pada prinsipnya kalau kontak tracing yang dilakukan oleh Puskesmas Ba’a ada penambahan, maka RSUD siap untuk melakukan pemeriksaan sesuai standar protokol Covid-19.

Menjawab terkait perintah untuk dirinya dan Kadis Kesehatan melakukan rapid test setelah membantu menguburkan almarhum SM tanpa menggunakan APD standar pemakaman pasien Covid-19, dr Adhy katakan, sudah dilakukan rapid test dan hasilnya ia dan Kadis Kesehatan non reaktif. (team/TS-01)