Olahraga

Penyidik Satpolair Tahap Satu Tiga Terduga Kasus Bom Ikan di Batu Helianak

Iptu Yosef Suyitno Soloilur Kasat Polair Polres Rote Ndao

Penyidik Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Rote Ndao telah
melimpahkan berkas perkara (tahap satu) tiga terduga kasus penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) di perairan Batu Helianak, Kecamatan Rote Barat Daya, Kamis (12/11) lalu, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rote Ndao.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermato melalui Kasat Polair Iptu Yosef Suyitno Soloilur yang dikonfirmasi media ini, Jumat (13/12).

Menurut Suyitno, berkas perkara tiga terduga pelaku penangkapan ikan ilegal menggunakan bom ikan, yakni JB alias Dakon (50) dan AR (34), warga Desa Dolasi, dan DM (30), warga Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya tersebut telah dilimpahkan (tahap satu) ke JPU guna diteliti syarat formil dan materilnya.

Iptu Suyitno mengatakan, pihaknya menunggu hasil penelitian dari JPU apakah berkas perkara tersebut P-19 (belum lengkap) dan dikembalikan kepada penyidik dengan petunjuk untuk dilengkapi atau dinyatakan lengkap (P-21) dan selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap dua, yakni tersangka beserta barang buktinya untuk proses penuntutan.

“Sejauh ini tiga terduga pelaku masih mendekam di tahanam Mapolres Rote Ndao. Jika JPU menyatakan berkas perkaranya lengkap (P-21), maka penyidik akan segera melimpahkan tersangka beserta barang bukti ke JPU untuk proses penuntutan. Namun, kalau P-19 maka pihaknya akan berupaya memenuhi petunjuk jaksa dan akan diserahkan kembali untuk diteliti,” katanya.

Ketika ditanya pasal yang digunakan penyidik Satpolair menjerat ketiga terduga pelaku, Iptu Suyitno katakan, mereka diancam dengan Pasal 84 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Untuk diketahui, aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan di sekitar Batu Helianak itu awalnya diketahui kelompok pemuda pecinta olah raga air asal Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, yang hendak melakukan kegiatan diving di sekitar Batu Helianak yang masuk kawasan konservasi TNP Laut Sawu.

Pada saat melihat aktivitas mencurigakan yang dilakukan awak sebuah perahu nelayan berukuran 3 GT itu, akhirnya kelompok pencinta merapat ke perahu tersebut, dan benar setelah menyelam mereka melihat ikan banyak yang mati, dan air di karang laut sekitar situ berwarna putih.

Kemudian kejadian tersebut diinformasikan warga melalui telepon genggam kepada Bhabinkamtibmas Desa Oeseli Brigpol Marsel BW Henukh bersama Kanit Reskrim Polsek RBD menggunakan perahu milik nelayan setempat mengecek langsung ke TKP.

Para terduga pelaku sempat berupaya untuk melarikan diri mengunakan perahu motor menuju ke arah Pulau Landu. Sehingga, anggota yang sudah ada di situ melakukan pengejaran, dan akhirnya setelah sekitar satu jam pengejaran di laut, para terduga pelaku berhasil dihentikannya dan langsung diamankan dan dievakuasi ke Mapolres Rote Ndao untuk menjalani pemeriksaan. (team/TS-01)

Add Comment

Click here to post a comment