FPII Minta Presiden RI Evaluasi Oknum Pejabat Kasie Intel Kajari Ketapang Karena Tidak Amanah

TEROPONG SELATAN

- Pewarta

Senin, 4 Maret 2024 - 16:59 WIB

3022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA- Terkait pemberitaan yang viral dikutip dari media newsinvestigasi-86.com,”Oknum Kasie Intel Kajari Ketapang Ancam Wartawan Terkait Pemberitaan Bulog,Ada Apa ????.

Dimana Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memiliki peran dalam menerapkan supremasi hukum, dalam pemberantasan praktek KKN yang diatur UUD 1945 dan secara khusus diatur dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI

Namun yang terjadi Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang “PRS”, menyalahgunakan kewenangan dan berpotensi tindakan tercela selaku aparatur kejaksaan terhadap insan PERS.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan ada pemberitaan di media online edisi tanggal 29 Febuari 2024 berjudul.” Diduga Kajari Ketapang , Peti Es Kan Kasus Mantan Kepala Bulog Regional Ketapang “.

Membuat PRS selaku Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, melanggar kebebasan insan PERS yang menyatakan.” Silakan take down berita-berita yang menyudutkan tanpa konfirmasi ke Kami dahulu atau saya proses!!.

Baca Juga :   KPNas Mendukung Kebijakan Pengelolaan Sampah Yang Berkelanjutan

“Saya tidak perlu menghubungi media yang tidak jelas/terdaftar. Saya cukup memperingati silahkan hapus berita itu atau saya proses. Karena media anda tidak resmi dan memuat berita tendensius yang tanpa konfirmasi terlebih dahulu”.tegas KRS.

Pada hal sebelum naik berita awak media sudah konfirmasi via WhatsApp,” Pak maaf ijin terkait penanganan kasus mantan kepala Bulog Ketapang, sudah sampai mana”,namun PRS tidak membalas/memberikan keterangan.

Terkait berita tersebut Noven Saputera,S.H. Wakil Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Angkat bicara dan mendesak Oknum kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang “PRS” untuk menarik kembali pernyataaannya dan meminta maaf kepada awak Media atas pernyataannya yang dinilai telah melanggar kemerdekaan pers terutama melukai hati insan pers, karena kami jurnalis adalah seorang penulis bukan teroris, Senin (4/3/2024).

“Kalau tidak tau jelas tentang isi UU Pers No.40 Tahun 1999 tentang pers, jangan sembarangan mengeluarkan pernyataan yang mengkriminalisasikan profesi jurnalis.”tegas Noven.

Baca Juga :   Ketua Presidium FPII Beri Pendampingan Ke Ibu KDCPW Korban Pencabulan Om Unyil , Ini Kronologinya

“Tidak pantas anda berbicara seperti itu apalagi sampai memperingati menyuruh menghapus berita kalau tidak anda Ancam proses!”ujar Noven.

Noven memaparkan pernyataan KRS seperti itu saja tidak mencerminkan sebagai seorang pelayan publik,ada apa anda suruh menghapus berita terkait permasalahan Bulog, seharusnya bukan kami insan pers yang anda proses melainkan oknum yang merugikan negara yang harus anda tindaklanjuti.

“Kami mewakilkan Insan Pers yang tergabung di Forum Persatuan Independent Indonesia (FPII) yang juga sebagai konsituen Dewan Pers Independen (DPI) meminta kepadaPresiden Joko Widodo agar mengevaluasi KRS oknum Pejabat Kajari Ketapang atas ucapannya, karena dinilai tidak menjalankan amanah dari Bapak Presiden dimana sebagai Pejabat Publik harus bersikap Profesional dan Humanis dalam mengedukasi masyarakat.”pungkas Noven.

Sumber : Eric_Presidium FPII

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HIPMI Gelar Buka Bersama, Rangga Derana: Untuk Merajut Persatuan
Proyek Revitalisasi Merdeka Walk Mangkrak, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Menilai Bobby Gagal Membangun Medan
Kasihhati Ketua Presidium FPII: Menyambut Hangat FPII Malut dan Menegaskan Pentingnya Independensi
Ketua Presidium FPII Serahkan Sertifikat Kepada Peserta MUKERNAS FPII Ke-VII dan HUT FPII Ke-8 di Jakarta
Kabar Gembira, Polres Metro Jakarta Barat Diserbu Warga, 2.000 Paket Sembako Murah Ludes
DPC Projo Menggelar Silaturahmi Sekaligus Rapat Terbuka Pengurus DPC, PAC, Kordes dan Sayap Organ (Srikandi Projo dan Projo Millenial)
Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia, Novie Bule : Sebagai Bentuk Kepedulian Kami Anak Bangsa Menolak Pemilu Curang
FPII Gandeng AMPHIBI dan KLHK, Salurkan Bantuan 5000 Bibit Pohon Buah Diterima Kalapas Salemba

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 18:21 WIB

Wujudkan Kondusifitas di Tanah Papua, Kombur Hukum Minta Penindakan secara Represif dan Humanis Terhadap kelompok OPM

Kamis, 11 April 2024 - 15:31 WIB

Open House Lebaran Kedua, Pj Gubernur Sumut Terima Kunjungan sejumlah Kepala Daerah

Minggu, 31 Maret 2024 - 16:59 WIB

Anak Wartawan Dirampok 3 Pria, Yamaha NMax Dan 2 HP Digondol 

Sabtu, 16 Maret 2024 - 16:14 WIB

Di Bulan Suci Ramadhan “Ini Yang Dilakukan AKBP Arie Sofandi Paloh, S.H, S.I.K Kepada Keluarga Tuna Netra Di Madina

Sabtu, 16 Maret 2024 - 16:03 WIB

Bukber di Warkop Jurnalis, Kapolrestabes Medan: Sinergitas Polri dan Media Harus Dirawat

Sabtu, 16 Maret 2024 - 15:41 WIB

Terduga Kriminalisasi..!! Godol Dijadikan Tersangka Senpi Milik Oknum TNI, Saksi : Godol Diamankan 50 Meter Dari Senpi Yang Ditemukan

Rabu, 6 Maret 2024 - 20:43 WIB

PTPN IV Regional II Cetak Generasi Sehat Bebas Stunting

Sabtu, 2 Maret 2024 - 13:11 WIB

PW IPA SUMUT Yakini Ketua DPRD Batubara tidak akan setujui Rekomendasi Komisi III DPRD Batubara

Berita Terbaru

BANDA ACEH

FAB: Bacawalkot Irwan Djohan Dinilai Tidak Pro Rakyat

Selasa, 16 Apr 2024 - 15:42 WIB