KPORI: Mahasiswa dan Sivitas Akademika Indonesia Agar Menjauhi Praktik Politik

TEROPONG SELATAN

- Pewarta

Rabu, 7 Februari 2024 - 15:51 WIB

3050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepada seluruh mahasiswa dan sivitas akademika di seluruh Indonesia untuk menjauhi praktik politik saat Pemilu 2024.

Hal tersebut diatas diungkapkan Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia (KPORI) melalui keterangannya, Rabu (7/2).

Himbauan ini disampaikan dalam upaya mempertahankan integritas dan netralitas lembaga pendidikan dan mahasiswa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia (KPORI) juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan pentingnya menjaga netralitas dan integritas lembaga pendidikan di tengah gejolak politik jelang Pemilu 2024.

“Himbauan ini diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa dan sivitas akademika di berbagai kampus di Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga :   Ketua Presidium FPII Beri Pendampingan Ke Ibu KDCPW Korban Pencabulan Om Unyil , Ini Kronologinya

KPORI menyoroti bahwa, pelibatan aktif dalam politik praktis oleh mahasiswa dan sivitas akademika dapat membahayakan kemerdekaan dan kebebasan akademik.

Dalam pernyataannya, KPORI menegaskan bahwa, pendidikan tinggi seharusnya menjadi wadah pembentukan pemikiran kritis dan objektif tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu dan dimanfaatkan oleh orang kelompok tertentu yang haus kekuasaan yang menghalalkan segala cara dan menjaga kemurnian mahasiswa untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Selain itu, KPORI mengingatkan bahwa, terlibatnya mahasiswa dalam politik praktis dapat merusak citra lembaga pendidikan sebagai tempat yang netral dan bebas dari tekanan politik. Netralitas ini dianggap sebagai fondasi utama pendidikan tinggi yang berkualitas.

Baca Juga :   Ketua Umum PEKAT IB Aga Khan Jadi Juri Kehormatan di Acara Grand Final Pemilihan Putri Remaja dan Anak Indonesia tingkat Sumsel

KPORI juga menekankan pentingnya fokus pada pendidikan dan pengembangan diri selama masa perkuliahan, serta menghindari adanya tekanan atau intimidasi terhadap mahasiswa yang berbeda pandangan politik. Hal ini dianggap sebagai langkah konkrit untuk menjaga suasana akademik yang kondusif dan inklusif.

Sebagai penutup, KPORI mengajak seluruh pihak terkait, termasuk perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, untuk bersama-sama memastikan bahwa Pemilu 2024 berlangsung dengan damai dan demokratis.

“Dengan menjaga netralitas lembaga pendidikan, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang berkualitas dan berkontribusi positif pada bangsa dan negara,” pungkasnya. (Red).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bakal Calon Wakil Bupati Nias Utara Nyak Pau Aceh Bertemu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Siap Berkarya Bersama Rakyat
Anggaran Pendidikan, Aduhay
Tangkap R Mahasiswa UNUD, Jika Terbukti Lakukan Kekerasan Terhadap Anak!
Permasalahan Kepemilikan Rekening BCA Pribadi di Apartemen Puri Kemayoran
HIPMI Gelar Buka Bersama, Rangga Derana: Untuk Merajut Persatuan
Proyek Revitalisasi Merdeka Walk Mangkrak, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Menilai Bobby Gagal Membangun Medan
Kasihhati Ketua Presidium FPII: Menyambut Hangat FPII Malut dan Menegaskan Pentingnya Independensi
FPII Minta Presiden RI Evaluasi Oknum Pejabat Kasie Intel Kajari Ketapang Karena Tidak Amanah

Berita Terkait

Minggu, 7 Januari 2024 - 04:12 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Resmikan 10 Sumur Bor dan Bagikan Sembako

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:44 WIB

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Berita Terbaru