Diduga kongkalikong, pengusaha dan Balai Karantina Ikan Loloskan Ekspor Kepiting Berkarapas Kecil

TEROPONG SELATAN

- Pewarta

Senin, 5 Februari 2024 - 19:58 WIB

3014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Walau telah ada larangan mengekspor kepiting berkarapas kecil namun ternyata diduga diam-diam hal ini tetap dilakukan seorang pengusaha asal Sumatera Utara. Kabarnya ia setiap hari bisa mengekspor kepiting dibawah 12 cm ke Shanghai, Cina melalui Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA).

Beberapa sumber yang dikonfirmasi mengaku juga mendengar kabar itu. Menurut mereka modusnya dengan menyisip kepiting ukuran 12 cm keatas dengan yang berukuran dibawah 12 cm.

“Biasanya yang diperiksa hanya beberapa koli dari puluhan koli yang hendak dikirim. Koli-koli yang diperiksa berisi kepiting sementara yang kepiting berkarapas kecil tidak diperiksa,” ujar sejumlah sumber, Minggu (4/2/2024).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaannya hal ini bisa terjadi karena ada permainan antara pengusaha, pihak kargo dan Balai Karantina Ikan. “Karena tidak mungkin bisa ekspor kepiting ribuan kilogram setiap hari,” katanya.

Menurutnya, saat ini sangat sulit untuk mendapatkan kepiting ukuran diatas 12 cm, paling banyak dari seluruh Sumatera Utara 200-300 kilogram perhari. “Sangat tidak masuk akal jika bisa ekspor kepiting berton-ton setiap hari,” katanya lagi.

Baca Juga :   Anies Baswedan Berikan Cindra mata Untuk 60 Mesjid UMKM Binaan Sang Pejuang Dhuafa

“Kalau saja 2 ton kepiting diekspor setiap hari itu berarti senilai Rp6 miliar,” tambahnya.

Dikatakannya larangan ekspor inj sejak muncul Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2022. Pada Pasal 8 ayat (1) tentang penangkapan, lalu lintas dan/atau pengeluaran kepiting. Pada poin b, lebih spesifik mengatur soal ukuran kepiting yang boleh ditangkap maupun dikirim, yang mana ukurannya harus 12 cm ke atas per ekornya.

Hal ini menyebabkan banyak nelayan dan pengusaha perikanan mengalami penurunan pendapatan.

“Namun ternyata larangan ini disiasati oleh seorang pengusaha, ia bisa mengekspor bebas tanpa hambatan,” katanya lagi.

“Kalau tidak ada kongkalikong antara pengusaha, pihak kargo dan Balai Karantina Ikan tidak mungkin bisa lolos ekspor kepiting muda,” ucap sumber.

Pihak kargo PT Dirgantara Sumatera Ekspres membantah kalau ada permainan dalam ekspor kepiting. Namun diakuinya memang saat pemeriksaan tidak semua koli diperiksa petugas Balai Karantina Ikan.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi DAK Dinas Pendidikan Madina Tahun 2020, Tim Penyidik Kejati Sumut Tingkatkan Statusnya dari Penyelidikan ke Penyidikan

“Memang tidak semua diperiksa, tapi kami juga sering harus mengembalikan koli yang tidak lolos pemeriksaan,” kata Sumina dari PT Dirgantara Sumatera Ekspres, Minggu (4/2/2024) malam.

Perusahaan kargo ini diketahui satu-satunya yang mengekspor kepiting. Ia juga mengaku pihaknya sering mengekspor kepiting melalui Jakarta dengan memegang Surat Keterangan Asal (SKA).

Sedang pengusaha Sumatera Utara yang diketahui setiap hari mengekspor ribuan kilogram kepiting ke Shanghai, Jn menolak dikonfirmasi. “Maaf saya tidak mau menjawabnya, tetapi jika bisa diinformasikan siapa yang memberi informasi saya mau jawab,” ujarnya melalui telepon, Minggu (4/2/2024) malam.

Sementara nomor telepon Kepala Balai Karantina Ikan Medan I, Nandang Koswara yang dihubungi, Senin (5/2/2024) ternyata diangkat seorang perempuan dan mengatakan bapak sedang tidak ada. (RI-1)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

TPS 34 Kecamatan Medan Selayang, Unggul Prabowo Gibran 
Tolak Provokasi, FKPPI Sumut Gelar Deklarasi Dukung Pemilu Damai 2024
Bung Joe: ‘Jaga Harga Diri Seorang Wakil Rakyat, Jangan Sampai Salah Pilih Sebab Suara Bisa Dibeli’
Ust Rafdinal, S. Sos, M. AP Calon Anggota DPD – RI Nomor 18 Banjir Dukungan, Termasuk Dukungan dari Mulya Koto
Sedulur Jokowi Medan gelar Pengobatan Gratis
Jaga Kondusifitas, MPW Pemuda Pancasila Sumut Gelar Deklarasi Dukung Pemilu Damai 2024
Lapor Pak Kapolda : Judi Tembak Ikan Tumbuh Subur di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan
Lapor Pak Kapolda : Warga Berterimakasih Kepada Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Karena Gerak Cepat Mengamankan Pelaku Pencurian di Toko Alfamidi Laucih

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:00 WIB

Polres Simalungun Respon Laporan Warga, Kapolsek Tingkatkan Patroli Antisipasi Pencurian Besi Pembatas Jembatan Bah Bolon Perdagangan

Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:19 WIB

Pra Peresmian RSUD Tuan Rondahaim Menjadi Rumah Sakit Unggulan Bupati Simalungun Tinjau Lokasi

Rabu, 7 Februari 2024 - 18:00 WIB

Polsek Perdagangan Tangani Aduan Masyarakat tentang Judi Tembak Ikan, Temuan Mengejutkan Terungkap

Senin, 5 Februari 2024 - 20:35 WIB

Jelang Pemilu 2024 Kapolres Simalungun Pimpin Apel Arahan Operasi Mantab Brata 2024

Senin, 5 Februari 2024 - 20:06 WIB

Simpang Tiga Bahapal Sinaksa Diberitakan Sarang Narkoba, Kasnob Polres Simalungun Turun Gunung Lakukan Penyelidikan

Senin, 5 Februari 2024 - 19:15 WIB

Polres Simalungun Gelar Operasi Razia Kendaraan Bermotor, Upaya Cegah Balap Liar dan Jaringan Narkoba

Rabu, 31 Januari 2024 - 15:59 WIB

Kemenangan Bidkum Polda Sumut dan Seksi Hukum Polres Simalungun dalam Sidang Pra Peradilan Kasus Cabul

Selasa, 30 Januari 2024 - 16:41 WIB

Blue Light Patrol Polres Simalungun Berhasil Wujudkan Kondisi Lalulintas yang Tertib dan Aman

Berita Terbaru