DIASPORA EROPA TEGAK LURUS JOKOWI

TEROPONG SELATAN

- Pewarta

Minggu, 28 Januari 2024 - 11:31 WIB

3046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Akankah Prabowo – Gibran Menang Pemilu 2024, Orang Dalam Menjawab
Zoom bersama Hasan Nasbi & M. Qodari
pada hari Minggu, 21 Januari 2024.

Diaspora Indonesia di Eropa, terutama para emak2 yang tegak lurus pada Pak Jokowi, memprakarsai acara zoom bersama narasumber populer serta terpercaya, Hasan Nasbi dan M. Qodari, yang menjawab berbagai pertanyaan para diaspora dari berbagai negara di Eropa dan Amerika. Acara yg diikuti oleh peserta WNI dari berbagai zona waktu internasional, selain WIB Waktu Indonesia
Barat, yaitu CET Central European Time (Austria, Belanda, Jerman, Swiss), EET Eastern European
Time (Finlandia), GMT Greenwich Mean Time (Inggris Raya), EST East Standard Time (USA) (Boston,
New York), MST Mountain Standard Time (USA) (Colorado), dll, berlangsung sekitar 2.5 jam. Acara ini padat dengan pernyataan,pertanyaan dan jawaban.

Acara dibuka dengan mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, disusul oleh Ibu Lies Ismono, sebagai penghubung antara diaspora dan para narasumber, memperkenalkan kedua
narasumber, yang namanya sudah tak asing lagi bagi WNI baik di Indonesia maupun di luar negeri, Hasan Nasbi dan M. Qodari. Hasan Nasbi, sebagai pembicara pertama memaparkan, sesuai dengan
hasil survey yang ada, cita-cita pilpres satu putaran, tinggal Paslon 2 yang memiliki kesempatan itu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendiri Cyrus Network ini, yang juga sekaligus juru bicara TKN Paslon 2 Prabowo-Gibran, mengutip hasil survey Indikator Politik Indonesia, milik Prof. Burhanuddin Muhtadi, yang dirilis pasca debat ketiga, dimana Prabowo-Gibran berada pada 48,55%. Menurut bung Hasan, saat ini gelombang
migrasi dari pendukung Ganjar kepada Prabowo terjadi besar-besaran. Ada banyak mualaf baru, begitu kata bang Hasan. Banyak diantara mereka berasal dari kelompok Tionghoa, yang awalnya
tidak berani menyatakan bahwa mereka mendukung Paslon 2, karena ada ancaman intimidasi dari pendukung yang berseberangan. Dalam dua minggu terakhir ada banyak migrasi dari pendukung
Paslon 3 ke Paslon 2, terutama paska debat ketiga. Penilaian masyarakat, terjadi tindakan-tindakan
yang tidak pantas dilakukan oleh Paslon 3 dan Paslon 1, yang mengakibatkan hijrahnya para
pendukung Ganjar ke pendukung Prabowo. Kurva statistik Paslon 2 masih berangsur naik, sementara Paslon 3 masih belum berhenti menurun dan Paslon 1 relatif stabil dikisaran angka 25%. Hasan Nasbi juga mengingatkan pendukung Paslon 2 tetap harus waspada, sebab akan terjadi tindakan-tindakan ekstrim yang tidak rasional lagi dari pihak yang tidak menginginkan Prabowo-Gibran untuk menang. Seperti dua konsultan politik yang menginisiasi ide pemakzulan Presiden, Saiful
Mujani dan Eep Saifulloh, serta sekelompok tokoh masyarakat yang mendatangi MenKoPolHuKam, Prof. Mahfud MD untuk menyampaikan hal pemakzulan Presiden. Uniknya, mereka diterima oleh Mahfud dan diberi tahu bagaimana caranya memakzulkan Presiden, demikian menurut bang Hasan.


M. Qodari, yang memanggil Hasan Nasbi dengan sebutan „ dinda “, memuji keprofesionalan dan komitmen para pemrakarsa acara zoom ini. Qodari memaparkan visi misi Prabowo-Gibran, yang pada dasarnya adalah meneruskan kerja Pak Jokowi dengan tujuan Indonesia menjadi negara maju di 2045. Merujuk pada buku visi misi Prabowo-Gibran, pakar konsultan Qodari, Direktur Eksekutif Indo
Barometer, menyebutkan indikator-indikator capaian Presiden Jokowi, misalnya PDB Nominal di era Pak Jokowi 1,4Trilyun US$, tertinggi sepanjang sejarah. Lalu, GMI per kapita 4580 US$, tertinggi juga
sepanjang sejarah. Kemudian jumlah penduduk miskin 9,57%, terendah sepanjang sejarah, yang ingin diturunkan oleh Prabowo-Gibran. Neraca Dagang surplus 54,4Milyar US$, tertinggi sepanjang
sejarah Indonesia. Cadangan Devisa 137Milyar US$, tertinggi sepanjang sejarah. Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2023 5,2%, kedua tertinggi di G20. Tingkat inflasi 3,3% salah satu yg terendah di G20. Rasio hutang 38% dari PDB, salah satu terendah di G20. Realisasi PMA (Penanaman Modal
Asing) di luar Jawa 58% pada th 2022, tertinggi sepanjang sejarah. Jaring pengaman sosial, Kartu Indonesia Sehat 96,8juta orang gratis BPJS. Cover Rate 248juta orang, salah satu yang terbesar di dunia. Pelayanan Kesehatan gratis 2022 adalah 236juta layanan. Kartu Indonesia Pintar untuk hampir
18juta siswa dan 2,2juta santri, dukungan kepada 900ribu lebih mahasiswa dan 67ribu mahasiswa jurusan agama. Kartu sembako 18,7juta penerima manfaat. PKH (Program Keluarga Harapan) 10juta keluarga penerima manfaat.

Baca Juga :   3 Pilar Gelar Rapat Mencari Solusi Maraknya Aksi Tawuran yang Meresahkan Masyarakat


Pembangunan Infrastruktur, selama era Pak Jokowi: dibangun 320ribu jalan desa, 2000km jalan tol,
1,7juta meter jembatan, banyak sekali Pelabuhan, Bandara baru dan infrastrukur kunci lainnya. Itulah
kerja Pak Jokowi yang akan diteruskan oleh Prabowo-Gibran. Mengenai peta politik, trend2nya seperti disampaikan sebelumnya oleh Hasan Nasbi, Mr. Q, nama
trendy Qodari, mengumpamakannya dengan istilah saham, dimana Prabowo-Gibran masih uptrend
(belum ketemu resistennya), Ganjar-Mahfud masih downtrend (belum ketemu supportnya) dan Anies￾Muhaimin masih sideways. Teori Mr. Q, suara Paslon 1 sangat tergantung pada tingkat kepuasan
terhadap Presiden Joko Widodo. Survey Indikator Politik Indonesia yang terbaru, tingkat kepuasan pada Pak Jokowi mencapai 79%, maka kolam suara untuk Anies-Muhaimin notabene sekitar 20%, sisanya diperebutkan oleh Paslon 1 dan Paslon 2. Intinya, Prabowo-Gibran masih berpotensi untuk
menang.

 

Menurut M. Qodari, berdasarkan hasil2 survey selama ini, alangkah baiknya bila pendukung Paslon 3, yang pada dasarnya adalah pendukung Pak Jokowi juga, memberikan suaranya untuk Prabowo-Gibran. Dengan demikian menghindari dua putaran, dimana Paslon 2 akan berkompetisi dengan
Paslon 1. Satu putaran berarti: Pertama, menghemat uang negara sebesar 27 Triylun Rupiah, yang lebih baik digunakan untuk subsidi Pendidikan, Pupuk, Pertanian dan kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Kedua, bila pilpres dapat diselesaikan bulan Februari, maka semua bisa move on dan tidak
perlu menunggu hingga bulan Juni.

Pemerintah dapat segera mulai mengambil keputusan2 penting, seperti keputusan ekonomi, keputusan investasi dan lainnya. Ketiga, menghindari potensi polarisasi
ekstrim seperti 2014 & 2019, dimana eskalasinya mungkin lebih parah di 2024 ini. Mr. Q mengaku mendapatkan laporan bahwa penggunaan isu-isu agama sudah mulai terjadi di beberapa tempat di
Indonesia.
Mengapa Prabowo-Gibran? Menurut Mr. Q, kita bukan saja memilih Presiden di 2024 ini, tetapi juga kita memilih Mentor atau King-Maker. Dimana semua mengetahui Paslon Satu ada Surya Paloh, yang berafiliasi dengan Jusuf Kalla. Paslon Tiga – Megawati dan Paslon Dua King-Makernya Pak Jokowi.
Maka bila anda bangga dan suka dengan Pak Jokowi, maka Qodari menghimbau untuk memilih Paslon Dua Prabowo-Gibran.

Baca Juga :   Membangun Manusia Indonesia, Jefri: Menyambut Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045 Pemuda Harus Optimis

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab, dimoderasi oleh ibu E. A. Adoracion. Pertanyaan-pertanyaan
dari teman-teman WNI diaspora sudah dikumpulkan sebelumnya oleh penyelenggara, lewat
pendaftaran online. Rangkuman dari jawaban-jawaban para narasumber intinya, Prabowo Subianto
adalah orang yang sangat bisa diandalkan komitmennya, walaupun harus mengeluarkan uang pribadinya. Beliau juga sejalan dengan pemikiran Pak Jokowi untuk membangun Indonesia menjadi
negara maju, mencapai Indonesia Emas di tahun 2045.

Yang paling menarik adalah saat diangkatnya topik tentang karakter seorang Prabowo Subianto, yang
selama ini dilumuri dengan tuduhan pelanggar HAM berat, ternyata adalah seorang yang sangat
perduli pada sesama manusia. Bang Hasan Nasbi memberi kesaksian, bagaimana Prabowo sama
sekali tidak berkeinginan untuk membuka kebusukan seorang petinggi politik yang belum lama ini usai
memimpin suatu wilayah, dimana sebetulnya kebusukan sosok ini dapat dengan mudah diungkapkan ke publik, sebab ada bukti surat perjanjian. Alasan Prabowo: “bagaimana nanti anak-anaknya”. Ada banyak lagi kebaikan Prabowo Subianto yang disebutkan dalam ruang zoom ini. Seperti, Prabowo
tidak mengijinkan perbuatan-perbuatan baiknya dipakai sebagai materi kampanye. Tentang kasus
HAM 1998 yang gencar dituduhkan pada Prabowo, Hasan Nasbi menyebutkan selama ini Prabowo
memilih diam. Mengutip Hasan Nasbi: “Dia (Prabowo Subianto) menanggung dosa dari begitu banyak
orang, tetapi karena kecintaannya kepada Instansi TNI, dia terima semua, dia tidak membantah.
Karena kalau dia bantah, tentu harus diusut, siapa yang menjadi pelakunya. Kalau ini semua
kemudian diusut, bubar Instansi TNI!”.

 

Mr. Q, panggilan trendy M. Qodari, menyinggung tentang dukungan HRS pendiri FPI dan Abu Bakar
Ba’asyir, penggagas Bom Bali 2002, kepada Paslon 1 Anies-Muhaimin. Dimana menurut Mr. Q, faham
yang dianut oleh tokoh-tokoh ini tidak sesuai untuk kesatuan dan kenyamanan bangsa Indonesia. Selanjutnya Qodari menyarankan para pemilik suara di Pilpres 2024, membaca buku
KEPEMIMPINAN MILITER 1 & 2, yang ditulis oleh Prabowo Subianto, untuk mengenal sosok yang
kontroversial ini lebih dalam lagi. Qodari juga mengingatkan WNI yang memenuhi syarat, untuk pergi
ke TPS dan memberikan suaranya sesuai jadwal pemungutan suara.

Sebagai penutup, Hasan Nasbi memberikan apresiasinya kepada WNI Diaspora yang tetap perduli pada Indonesia. Kedua pakar ini, Hasan Nasbi dan M. Qodari meyakinkan pemirsa, bahwa yang
paling tepat untuk menggantikan kepemimpinan Pak Jokowi adalah Paslon-2 Prabowo Subianto dan
Gibran Rakabuming Raka. Bang Hasan berpendapat, pendukung Paslon-2 sudah berada di jalan yang benar, tidak ada seruan kebencian dan selalu berkampanye dengan riang gembira. Mr. Q selain menyetujui pendapat rekannya tentang joget gembira, juga mengusulkan tehnik baru untuk menilai
kepada siapa dukungan Pak Jokowi sebenarnya. Yaitu dengan melihat orang-orang dekat Pak Jokowi mendukung siapa? “Pak Luhut, Pak Bahlil, Pak Maurara Sirait, Pak Hasan Nasbi, Qodari, semua mendukung Pak Prabowo. Kalau masih ragu, Gibran juga mendukung Pak Prabowo! Salam Dua Jari!”. Demikian Qodari mengakhiri acara daring selama dua setengah jam, yang sarat informasi ini.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bakal Calon Wakil Bupati Nias Utara Nyak Pau Aceh Bertemu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Siap Berkarya Bersama Rakyat
Anggaran Pendidikan, Aduhay
Tangkap R Mahasiswa UNUD, Jika Terbukti Lakukan Kekerasan Terhadap Anak!
Permasalahan Kepemilikan Rekening BCA Pribadi di Apartemen Puri Kemayoran
HIPMI Gelar Buka Bersama, Rangga Derana: Untuk Merajut Persatuan
Proyek Revitalisasi Merdeka Walk Mangkrak, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Menilai Bobby Gagal Membangun Medan
Kasihhati Ketua Presidium FPII: Menyambut Hangat FPII Malut dan Menegaskan Pentingnya Independensi
FPII Minta Presiden RI Evaluasi Oknum Pejabat Kasie Intel Kajari Ketapang Karena Tidak Amanah

Berita Terkait

Minggu, 7 Januari 2024 - 04:12 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Resmikan 10 Sumur Bor dan Bagikan Sembako

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:44 WIB

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Berita Terbaru