Ketum Rumah PPAI dan Sekjen Sebut Anak Dibawah Umur Dilarang Ikut Kampanye Politik

TEROPONG SELATAN

- Pewarta

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 16:15 WIB

3094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) melarang anak- anak dibawah umur ikut serta dalam pesta demokrasi yang akan datang ini.

Sekjen Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) A.S Agus Samudra menjelaskan, bahwa melibatkan anak di bawah umur dalam kampanye dapat memberikan dampak buruk terhadap pskologis anak.

“Hal tersebut, memang banyak pertimbangan mengapa anak dilarang dilibatkan dalam kegiatan politik, di antaranya adalah alasan ketidaksesuaian dengan perkembangan psikologis anak, alasan kenyamanan anak, hingga terampasnya waktu anak untuk mengisi luang waktu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam undang-undang telah mengatur berbagai hak anak dan sebagaimana yang telah diubah oleh Undang – undang nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang – undang nomer 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak (UU 35/2014) serta kini menjadi peraturan pemerintah pengganti undang – undang nomer 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang – undang nomer 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak ( PERPU  1/2016).

Ditetapkan sebagai undang – undang nomer 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang – undang nomer 1 tahun 2016 atas perubahan kedua atas undang – undang nomer 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak menjadi undang – undang (UU 17/2016) adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan

Baca Juga :   Ketua Presidium FPII Beri Pendampingan Ke Ibu KDCPW Korban Pencabulan Om Unyil , Ini Kronologinya

Jadi berdasarkan ketentuan tersebut, secara implisit dapat dikatakan anak dilarang ikut serta dalam kampanye pemilu jika belum berumur 17 tahun.” Kemudian, Pasal 15 huruf a UU 35/2014 mengatur bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Dengan kata lain, anak wajib untuk tidak disalahgunakan dalam kegiatan politik (termasuk dilibatkan dalam kampanye pemilu)”, ujar Sekjen Rumah PPAI dihadapan awak media, Sabtu (21/10/23).

A. S Agus Samudra selaku Sekjen Rumah PPAI menyebutkan, setiap anak berhak beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri.

Oleh karena itu, melibatkan anak dalam kampanye politik dapat dianggap membahayakan tumbuh kembang anak. Terlebih, tidak jarang anak mendapat ancaman fisik maupun intimidasi di arena kampanye terbuka.

“Secara psikis juga dapat mengganggu kejiwaan anak yang belum matang dan belum siap menerima persaingan yang keras dalam ajang berpolitik di pesta demokrasi dan implisit undang-undang telah melarang pelibatan anak-anak dalam kampanye dan UU berkata bahwa seseorang yang belum berusia 18 tahun tak boleh ikut serta dalam kampanye politik.

Baca Juga :   Dua Minggu Jabat Kalapas Cipinang, Prayer Manik Beri Motivasi ke WBP

Kami mengajak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat bersama-sama dengan Bawaslu melakukan upaya pencegahan terkait hal ini”, imbuh Agus Kliwir Pangilan Akrab.

“Ditempat berbeda, Ketua Umum Rumah Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) Fuad Dwiyono menambahkan, di ajang pesta demokrasi tahun ini.” kami melarang bagi anak – anak dibawah umur ikut berkampanye.

Jika para caleg melakukan pelangaran disetiap wilayah, dalam mengajak anak – anak dibawah umur.” maka bawaslu dan KPU ditingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun Pusat segera bertindak dan harus memberikan sanksi tegas serta jangan sampai hal ini terjadi.

Antisipasi dan pencegahan harus diutamakan, keselamatan anak indonesia menjelang pesta demokrasi adalah awal kita melakukan pengarahan kepada orang tua dan jangan sampai hak – hak anak – anak dibawah umur menjadi alat untuk kepentingan politik serta melibatan anak-anak dalam kegiatan kampanye melanggar undang-undang”, tutup Fuad Dwiyono sekalu Ketum RPPAI.(zhe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

FPII Gandeng AMPHIBI dan KLHK, Salurkan Bantuan 5000 Bibit Pohon Buah Diterima Kalapas Salemba
Terharu Atas Kemenangan Prabowo Gibran, Ketua Umum TIB : Pilihan Rakyat Untuk Indonesia Unggul dan Keberlanjutan
Santih Puja Sambut Pemilu Damai 2024
Penuh Khidmat, Polres Metro Jakarta Barat Rayakan Isra Mi’raj Bersama Personel dan Bhayangkari
Jelang Tahun Baru Imlek 2575, 3 Pilar Berkolaborasi Lakukan Pemeriksaan Keamanan di Vihara Tamansari
KPORI: Mahasiswa dan Sivitas Akademika Indonesia Agar Menjauhi Praktik Politik
Relawan Presiden UKM Dipimpin Langsung H Bustan Pinrang Deklarasi Dukung Prabowo Gibran
Dukung Prabowo, Milano: Kerja Jokowi Harus Dilanjutkan Bukan Perubahan

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:29 WIB

Reaksi Cepat Personel Unit Gakkum Polres Simalungun Tangani Kecelakaan Mobil Angkutan Penumpang Terbalik, 6 pelajar Luka-luka

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:33 WIB

Jatanras Polres Simalungun Menggelar Operasi Penindakan Perjudian di Tanah Jawa, Tidak Temukan Barang Bukti

Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:19 WIB

Pra Peresmian RSUD Tuan Rondahaim Menjadi Rumah Sakit Unggulan Bupati Simalungun Tinjau Lokasi

Rabu, 7 Februari 2024 - 18:00 WIB

Polsek Perdagangan Tangani Aduan Masyarakat tentang Judi Tembak Ikan, Temuan Mengejutkan Terungkap

Senin, 5 Februari 2024 - 20:35 WIB

Jelang Pemilu 2024 Kapolres Simalungun Pimpin Apel Arahan Operasi Mantab Brata 2024

Senin, 5 Februari 2024 - 20:06 WIB

Simpang Tiga Bahapal Sinaksa Diberitakan Sarang Narkoba, Kasnob Polres Simalungun Turun Gunung Lakukan Penyelidikan

Senin, 5 Februari 2024 - 19:15 WIB

Polres Simalungun Gelar Operasi Razia Kendaraan Bermotor, Upaya Cegah Balap Liar dan Jaringan Narkoba

Rabu, 31 Januari 2024 - 15:59 WIB

Kemenangan Bidkum Polda Sumut dan Seksi Hukum Polres Simalungun dalam Sidang Pra Peradilan Kasus Cabul

Berita Terbaru