Muhaimin Iskandar Uber Alles

TEROPONG SELATAN

- Pewarta

Senin, 9 Oktober 2023 - 18:16 WIB

3085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)

Media terbesar kompas.com melaporkan ratusan ribu massa berkumpul di Malang untuk mendukung Muhaimin Iskandar, cawapres pasangan AMIN sebagaimana diberitakan pagi ini, 8/10/23, dalam judulnya “Di Depan Ratusan Ribu Pendukungnya di Malang, Muhaimin: Banyak Pendidikan Murah Tak Berkualitas”. Berita ini sangat memukau sebab kehadiran Muhaimin sendiri, tanpa Anies, dihadapan massa dan adanya pengakuan ibu-ibu yang diberitakan sudah sejak Subuh datang ke tempat acara sekedar ingin melihat Gus Imin, menepis berbagai survei dan analisa yang mengatakan bahwa dia tidak punya kontribusi pada kenaikan keterpilihan pasangan IMIN. Bahkan, beberapa lembaga survei mengatakan elektabilitas Anies menurun sejak berpasangan dengan Gus Imin.

Beberapa kali saya dihadapkan dalam debat hasil survei dan saya sudah sampaikan bahwa Gus Imin bukan hanya simbol ketokohan kaum Nahdliyin saat ini, sehingga akan berkontribusi sedikitnya 10,26% suara PKB atau sekitar 20 juta jiwa dari jumlah resmi pemilih terdaftar 2024, tapi juga mungkin akan memberi efek fusi bersama Anies, sehingga jumlah suara yang akan diperoleh berkali-kali lipat besarnya. Mengapa?

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjelasan pertama adalah Gus Muhaimin merupakan pemimpin dari sebuah kelompok sosial yang solid. Ilmu sosial menelaah secara konsisten selama ribuan tahun sejak Ibnu Khaldun di dunia Islam dan Emile Durkheim di barat tentang ikatan sosial dan tahapan perkembangan masyarakat. Faktor kekerabatan dalam circle elit-elit PKB, ideologis “bonding” dan kepentingan politik yang menguntungkan kelompoknya, membuat adanya soliditas yang membuat demarkasi pengelompokan antara mereka dan pihak lainnya (me/ours versus you/them).

Penjelasan kedua adalah penjelasan teori dan efek fusi. Teori dan Efek fusi dalam teori nuklir adalah penjumlahan faktor tidak bersifat aritmatika maupun seperti transformasi ikatan kimia biasa (misalnya H2+O2= Air+..). Dalam teori fusi, energi yang dihasilkan dari pertemuan dua partikel berbeda dapat menyebabkan energi yang dihasilkan berkali kali lipat.

Baca Juga :   Wujud Nyata Dekat Dengan Masyarakat, Ini yang dilakukan Ismail Sarlata Caleg DPRD Provinsi Riau

Pertemuan dua tokoh yang berbeda secara “ideologis” antara Muhaimin dan Anies Baswedan dapat menjumlahkan kekuatan mereka dalam jalan aritmatika maupun fusi. Dalam isu “Change”, sebagaimana Muhaimin dan jajaran elit PKB yang semakin kemari semakin yakin dengan isu perubahan, maka sinergi dan reidiologisasi kekuatan dan arah kekuatan mereka dapat menjelma menjadi kekuatan rakyat secara totalitas untuk menyongsong perubahan. Faktor penyebab fusi lainnya juga dapat bersifat “push-factor”, yakni rezim yang berkuasa membangun front berhadapan dengan isu perubahan.

Padahal, sejatinya rakyat menderita dengan rezim yang berkuasa saat ini. Misalnya, meskipun survei2 menyebutkan tingkat kepuasan yang tinggi pada rezim, ternyata survei yang sangat kredibel terbaru dari UGM, universitas para kandidat Capres Cawapres, dalam laporan “Employment Issue Top Priority for 47,3% of Students in Upcoming Election, Says UGM Survey”, umg.ac.id, 5/10/23, jumlah mahasiswa yang di survei dari 31 perguruan tinggi di Indonesia mengalami ketakutan dengan kepastian kerja saat iniini hampir mencapai 50%. Artinya kepastian kerja era Jokowi sangat buruk. Belum lagi fakta puluhan juta rakyat Melayu marah dengan Jokowi terkait kebijakan “pengusiran” Rakyat Rempang.

Kebencian rakyat terhadap Jokowi dan kandidat yang didukungnya secara kasar akan membuat isu perubahan menjadi semakin besar. Dan kecintaan rakyat kepada pasangan AMIN terus membesar. Dalam ilmu sosial, hal ini diteliti sebagai energi gerakan besar dalam kajian-kajian revolusi sosial. Dengan figur Anies dan Muhaimin tentu isu ini tidak dapat dibendung lagi.

Baca Juga :   PKB dan PKS akan Jalin Kerjasama, Abdul Wahid kembalikan Formulir ke DPW PKS.

Kegagalan survei-survei sosial dalam menghitung fenomena Muhaimin Iskandar ini bersumber dari rendahnya kualitas lembaga survei di Indonesia. Meskipun mereka telah berkali-kali salah memprediksi kemenangan antara lain Anies di Jakarta, Sudirman Said di Jawa Tengah, Sudrajat di Jabar, dan lainnya, lembaga ini tidak berusaha untuk mengevaluasi secara serius soal metodologi dan kejujuran dalam survei. Saya sebagai sosok yang dulu menempuh pendidikan kuliah ilmu pengukuran atau Survei dan Pemetaan di ITB (Teknik Geodesi) dan melakukan metodologi survei kuantitatif ketika kuliah S3, sangat yakin bahwa fenomena Muhaimin itu hanya bisa dijelaskan melalui pemahaman utuh ilmu-ilmu sosiologi, politik, psikologi massa, antropologi, dan lainnya. Dengan kajian sosial yang matang maka kita tahu Muhaimin Iskandar saat ini adalah tokoh besar. Lebih besar dari semua prediksi lembaga-lembaga survei dan lainnya. Muhaimin Iskandar Uber Alles.

Penutup

Keberhasilan Muhaimin Iskandar menghipnotis ratusan ribu massa rakyat di Malang dengan isu perubahan, khususnya bidang pendidikan, menunjukkan Muhaimin bukanlah tokoh biasa. Fenomena ini justru menunjukkan Muhaimin adalah tokoh besar bangsa ini yang sedang membimbing kita untuk perubahan (change!).

Berbagai “under estimate” dari lembaga survei dan tokoh-tokoh politik di Indonesia, menunjukkan kegagalan mereka melihat adanya fenomena ketokohan Muhaimin. Bagi kaum perubahan justru ini adalah suatu momentum yang ditunggu, sinergi total dua tokoh perubahan bangsa, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Tentu sambi terus berdoa pada Sang Pencipta. Sinergi ini diharapkan memberikan energi fusi yang sangat dahsyat. Mungkin energi ini akan mengantarkan Anies-Muhaimin menang dalam satu putaran.

Muhaimin di atas segala prasangka yang meremehkan. Muhaimin Uber Alles.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pastikan Pilkada Serentak 2024 Kondusif, KPU Kabupaten Batubara Sosialisasi Desa Indrayaman
Webinar : Joune Ganda dan Kevin Lotulong Masih yang Terbaik di Minut
PKB dan PKS akan Jalin Kerjasama, Abdul Wahid kembalikan Formulir ke DPW PKS.
Gerindra Aceh Terima Pendaftaran Mohammad Nasrun Mikaria jadi Calon Bupati Simeulue
Bukan Rafly Kande, Ternyata Kursi DPR RI Dapil Aceh 1 Diduduki Ghufron Jika PPP Tak Lolos Ambang Batas Nasional
Dinakhodai Rahmaddian Shah, Kursi Golkar Medan Akan Naik Jadi 8 Kursi
Direktur P3S : Zaki Iskandar Berpeluang Lolos ke Senayan
Ribuan Masa Meriahkan Pesta Rakyat, Darwati : Paslon 02 Unggul di Pati

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 18:10 WIB

Pelaku Pembantai Sopir Dan Perusak Truck PT Key Key Terduga Diperlakukan Istimewa Oleh Jaksa, Tangan Ke 5 Terdakwa Tak Diborgol .!! PH : Aswas Harus Turun Tangan

Senin, 15 Juli 2024 - 17:26 WIB

Lembaga DPP- MPSU Desak Walikota Medan Copot Oknum Camat Medan Area & Oknum Lurah Kota Matsum IV Serta Membatalkan Pengakatan Kepling Lingkungan 13 Kelurahan Kota Matsum IV

Minggu, 30 Juni 2024 - 06:24 WIB

Syaiful Syafri ; Tahun 2025 Grand Final Pemilihan Putra/i Parekraf Sumut Kita Minta Dibuka Gubsu

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:37 WIB

Polda Sumut Buktikan Komitmen Ungkap Tindak Pidana Perkebunan, 6 Pelaku Ditangkap

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:10 WIB

PH Heran, Tumirin Jadi Terdakwa Pemalsuan Hanya Modal Foto Kopi

Selasa, 21 Mei 2024 - 12:09 WIB

Terdakwa Tumirin Bantah Palsukan dan Gunakan Surat Palsu

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:57 WIB

Rolel Harahaf Daftar Calon Walikota, Syaiful Syafri Dukung Berpasangan Dengan Ketua DPC PKB TG. Balai

Jumat, 17 Mei 2024 - 18:53 WIB

Perkara Pemalsuan, Hakim Sebut Saksi yang Dihadirkan JPU Hanya ” Membuang Waktu”

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

Harga Bitcoin Capai Rp1 Miliar Lagi di Tengah Panasnya Sentimen Politik AS

Selasa, 16 Jul 2024 - 08:17 WIB

SIMALUNGUN

Polres Simalungun Bantah Tuduhan Lamban Tangani Kasus Pengeroyokan

Selasa, 16 Jul 2024 - 06:02 WIB

EKONOMI & BISNIS

Pixelverse: Menjelajahi Dunia Game Kripto dengan PixelTap dan Daily Combo

Selasa, 16 Jul 2024 - 05:47 WIB